Jumat, 13 Agustus 2021

Bab 4 - Syarah Masail Jahiliyah

شرح مسائل الجاهلية

لفضيلة الشيخ الدكـتور صلح بن فوزان بن عبد الله الفوزان

 

التقليد الأعمى ومضاره

Taklid Buta dan Bahayanya


المسألة الرابعة

Masalah Ke Empat


[إن دينهم مبني على أصول: أعظمها التقليد، فهو القاعدة الكبرى لجميع الكفار، أولهم وآخرهم، كما قال تعالى: {وَكَذَلِكَ مَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آثَارِهِمْ مُقْتَدُونَ} [الزخرف: ٢٣] ، وقال تعالى: {وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطَانُ يَدْعُوهُمْ إِلَى عَذَابِ السَّعِيرِ} [لقمان: ٢١] ، فأتاهم بقوله: {قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَى وَفُرَادَى ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا مَا بِصَاحِبِكُمْ مِنْ جِنَّةٍ ... } [سبأ : ٤٦] الآية، وقوله: {اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ قَلِيلاً مَا تَذَكَّرُونَ} [الأعراف : ٣] .

Sesungguhnya agama mereka dibangun diatas beberapa pondasi, yang paling utama adalah taklid. Taklid merupakan kaidah terbesar bagi semua orang kafir dari awal sampai akhir. Sebagaimana firman Allah : "Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu mengatakan Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka".  (QS. az-Zukhruf : 23 ).  Allah juga berfirman : "Dan ketika dikatakan kepada mereka untuk mengikuti apa yang telah diturunkan oleh Allah, Mereka menjawab bahwa kami (hanya) mau mengikuti apa yang kami jumpai atas bapak-bapak kami, bahkan walaupun syaitan itu mengajak mereka ke dalam siksa api yang membara (neraka)". (QS. Luqman : 21 ). Maka Allah mendatangkan ayatnya : "Katakanlah Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri, kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu…". ( QS. Saba : 46 ). Dan firman Allah : "Ikutilah apa-apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain Allah. Amat sedikitlah dari kamu mengambil pelajaran (daripadanya) ". (QS. al-A'raf : 3 ).


الشــرح

Penjelasan


من مسائل الجاهلية: أنهم لا يبنون دينهم على ما جاءت به الرسل عليهم الصلاة والسلام، وإنما يبنون دينهم على أصول أحدثوها هم من عند أنفسهم، ولا يقبلون التحول عنها، منها: التقليد، وهو المحاكاة، بأن يقلد بعضهم بعضاً، وإن كان المقلد لا يصلح للقدوة، كما قال سبحانه وتعالى: {وَكَذَلِكَ مَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آثَارِهِمْ مُقْتَدُونَ} [الزخرف : ٢٣] .


Diantara masalah Jahiliyah bahwasanya mereka tidak membangun agama mereka sebagaimana ajaran yang dibawa oleh para Rasul kepada mereka, akan tetapi mereka membangun agama mereka di atas landasan yang mereka bangun sendiri dan tidak menerima perubahan darinya. Diantara pondasi agama mereka yaitu ; taklid (fanatisme), yaitu hikayat-hikayat yang diikuti antar sesama mereka, meskipun yang diikuti tidak pantas dijadikan panutan. Sebagaiman firman Allah : "Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu kecuali mengatakan bahwa sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka".  (QS. az-Zukhruf : 23 ). 

ومترفوها هم: أهل الرفاهية والمال في الغالب؛ لأنهم أهل الشر وعدم قبول الحق، خلاف الضعفاء والفقراء فإن الغالب عليهم التواضع وقبول الحق. فأهل الترف هم أصحاب الجاه وأصحاب المال {إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا} أي أصحاب المال والجاه فيهم {إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ} [الزخرف : ٢٣] أي: على ملة ودين، وإنا متبعون لهم على دينهم، يعني: لسنا بحاجة إليكم أيها الرسل، يزعمون أن هذا يغنيهم عن اتباع الرسل عليهم الصلاة والسلام، فهذا هو التقليد الأعمى، وهو من أمور الجاهلية.


Orang-orang yang hidup mewah yaitu orang-orang yang sejahtera hidupnya dan banyak harta secara umum, karena mereka orang-orang yang tidak baik dan tidak menerima kebenaran. Berbeda dengan kaum dhuafa dan orang fakir, mayoritas mereka bersikap rendah hati dan menerima kebenaran. Ahlu tarf adalah orang yang memiliki kedudukan dan harta; "melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata"; yakni pemilik harta dan kedudukan; "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu umat"; yakni diatas satu ajaran dan agama dan kami mengikuti mereka dalam agama. Maksudnya: kami tidak membutuhkan kalian wahai para Rasul. Mereka mengira bahwa kondisi kemewahan mereka sudah mencukupi mereka dari mengikuti  para Rasul. Ini merupakan taklid buta yang termasuk masalah Jahiliyah.


أما التقليد في الخير فهذا يسمى اتباعاً واقتداء، قال تعالى عن يوسف عليه السلام: {وَاتَّبَعْتُ مِلَّةَ آبَائي إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ مَا كَانَ لَنَا أَنْ نُشْرِكَ بِاللَّهِ مِنْ شَيْءٍ} [يوسف : ٣٨] .


Adapun taklid dalam kebaikan maka disebut dengan ittiba dan iqtida. Allah berfirman tentang Nabi Yusuf : "Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya'qub. yang tidak ada bagi kami (para Nabi) yang melakukan syirik dengan Allah dari sesuatu apapun". ( QS. Yusuf : 38 ).

وقال تعالى: {وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ} .


Dan Allah berfirman : "dan rang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik…". (QS. at-Taubah : 100 ).


ولهذا قال الله تعالى في أهل الجاهلية {وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْقِلُونَ شَيْئاً وَلا يَهْتَدُونَ} [البقرة: ١٧٠] فالذي لا يعقل ولا يهتدي ليس محلاً للقدوة، إنما القدوة فيمن يعقل ويهتدي، فالتقليد الأعمى من أمور الجاهلية، وهذا يسمى بالتعصب؛ لأن القدوة هو رسول الله صلى الله عليه وسلم ومن اتبعه.


Dan karena ini Allah berfirman berkaitan dengan kaum Jahiliyah : "Dan ketika dikatakan kepada mereka untuk mengikuti apa yang telah diturunkan Allah, mereka menjawab bahwa kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) leluhur kami walaupun leluhur mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?". (QS. al-Baqarah : 170 ). Maka orang yang tidak berakal dan tidak mengikuti petunjuk maka tidak layak untuk dicontoh. Kepemimpinan hanya bagi orang yang berakal dan mengikuti petunjuk. Maka Taklid buta termasuk masalah Jahiliyah, ini yang disebut dengan fanatic; karena teladan adalah Rasulullah dan orang yang mengikutinya.


ثم قال الشيخ رحمه الله: وقال تعالى: {وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطَانُ يَدْعُوهُمْ إِلَى عَذَابِ السَّعِيرِ} [لقمان : ٢١] .


Kemudian Syaikh Muhammad berkata : Allah berfirman : "Dan ketika dikatakan kepada mereka untuk mengikuti apa yang telah diturunkan oleh Allah, Mereka menjawab bahwa kami (hanya) mau mengikuti apa yang kami jumpai atas bapak-bapak kami, bahkan walaupun syaitan itu mengajak mereka ke dalam siksa api yang membara (neraka)". (QS. Luqman : 21 ).


وإذا قيل للمشركين والكافرين {اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ} وهو القرآن {قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطَانُ يَدْعُوهُمْ} أي يدعو هؤلاء الآباء {إِلَى عَذَابِ السَّعِيرِ} أتتبعونهم للسعير؟ يعني: تقتدون بآبائكم وإن كانوا من أتباع الشيطان، ومآلهم إلى السعير؟ العاقل يجب أنه ينظر في أمره، وفيمن يقلد.


Dan ketika dikatakan kepada orang-orang musyrik dan orang-orang kafir: {mengikutilah apa yang diturunkan oleh Allah},  yaitu al-Qur'an. {Mereka menjawab bahwa kami (hanya) mau mengikuti apa yang kami jumpai atas bapak-bapak kami, bahkan walaupun syaitan yang mengajak mereka}. maksudnya mengajak mereka mengikuti para bapak-bapak (leluhur) {Menuju siksaan yang membara (neraka)} apakah mereka mau mengikutinya kedalam neraka sa'ir ?" yakni : mereka mengikuti leluhur kalian meskipun mereka pengikut syetan dan tempat terakhir mereka adalah neraka ?. Orang yang berakal wajib memperhatikan masalahnya dan siapa yang diikutinya.


ثم قال الشيخ رحمه الله: فأتاهم بقوله: {قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَى وَفُرَادَى ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا مَا بِصَاحِبِكُمْ مِنْ جِنَّةٍ} [سبأ : ٤٦] ، وقوله: {اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ قَلِيلاً مَا تَذَكَّرُونَ} [الأعراف : ٣] .

Kemudian Syaikh berkata : "Maka datang kepada mereka firman Allah : "Katakanlah Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri, kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu…". ( QS. Saba : 46 ). Dan Allah berfirman : "Ikutilah apa-apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain Allah. Amat sedikitlah dari kamu mengambil pelajaran (daripadanya) ". (QS. al-A'raf : 3 ).


أي: أتاهم رسول الله صلى الله عليه وسلم بهذه الآية، فهم يقولون: نحن نتمسك بما عليه آباؤنا، ولا نطيع هذا الرجل، يعنون محمداً صلى الله عليه وسلم. والله جل وعلا يقول: انظروا وتفكروا فيما قال لكم هذا الرجل، تفكروا، ولا تأخذكم العصبية، {أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَى وَفُرَادَى} [ (سبأ : ٤٦] جماعات وفرادى، تنظرون فيما دعاكم إليه محمد صلى الله عليه وسلم، فإن كان حقاً وجب عليكم اتباعه، ولا يجوز لكم البقاء على ما كان عليه الآباء والأجداد.

maksudnya : Rasulullah mendatangi mereka dengan membawa ayat ini, kemudian mereka berkata : "Kami mematuhi apa yang dilakukan nenek moyang kami, dan kami tidak mematuhi orang ini, yaitu Muhammad SAW. Allah berfirman: "Lihat dan pikirkan tentang apa yang dikatakan orang ini kepada Anda, pikirkan, jangah kalian bersikap fanatik; {yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri} secara berkelompok atau sendiri-sendiri, Lihatlah untuk apa Muhammad SAW mengajakmu, Maka jika benar, kalian wajib mengikutinya, dan tidak boleh tetap berada pada agama bapak-bapak dan  nenek moyang kalian.


{أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ} يعني: لا للهوى والعصبية؛ بل يكون قيامكم لله، تريدون الحق {مَثْنَى وَفُرَادَى} اثنين اثنين، يفكرون ويجتمعون، ويعقدون جلسة؛ لأن تعاون الجالسين أو الجماعة فيه رجاء الوصول إلى الحق، أو فرادى، أن يخلو بنفسه ويفكر، ويتأمل ما جاء به الرسول صلى الله عليه وسلم، وسيجد أنه حق فيجب عليه اتباعه، {ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا مَا بِصَاحِبِكُمْ} يعني محمداً صلى الله عليه وسلم، الذي تقولون: إنه مجنون، وهو ليس به جنون؛ بل هو أعقل الرجال وأعقل الخلق صلى الله عليه وسلم، وأنصح الخلق وأعلم الخلق، عليه الصلاة والسلام، فكيف تقولون: إنه مجنون؟ فكروا، انظروا في عقله، انظروا في تصرفاته، هل هي مثل تصرف المجنون؟ {مَا بِصَاحِبِكُمْ مِنْ جِنَّةٍ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ} [سبأ : ٤٦] إنْ لم تؤمنوا به وتتبعوه، فإنه سيحل بكم العذاب الشديد، فهو جاءكم ناصح لكم، يريد لكم الخير، ويريد لكم النجاة، ويريد لكم الصلاح والفلاح في الدنيا والآخرة، فكيف تصفونه بهذا الوصف، تقولون إنه مجنون، بدون رويّة وبدون تفكر وبدون تأمل لما جاء به؟

أَنْ تَقُومُوا لِلَّ " Maksudnya : tidak untuk permainan dan fanatisme,  bahkan ada hanya untuk menghadap Allah, untuk menghendaki kebenaran {berdua-dua dan sendirian} dua-dua, berdua-dua atau sendiri-sendiri, memikirkan dan berkumpul, mengadakan majlis; agar yang hadir atau jama'ah di majlis saling membantu hingga sampai kepada kebenaran, atau masing-masing duduk menyendiri, berfikir dan mendalami apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Dan akan menemukan bahwa itu adalah hak dan dia harus mengikutinya; {Kemudian pikirkan tentang teman Anda} maksudnya adalah Nabi Muhammad, yang kalian sebut sebagai orang gila, padahal ia tidak gila, bahkan ia orang yang paling berakal dan makhluk paling berakal, makhluk paling tulus, paling tahu. Maka bagaimana kalian berkata ia orang gila ? maka berpikirlah, lihat akalnya, lihat perilakunya, apakah dia terlihat seperti orang gila ?, "…tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu bahwa Aku memiliki siksaan yang keras ". ( QS. Saba : 46 ). Jika kalian tidak beriman kepadanya dan tidak mengikutinya maka siksaan yang pedih akan menimpa kalian. Maka ia datang sebagai penasehat bagi kalian, ia menginginkan kebaikan bagi kalian, menginginkan kalian selamat, menginginkan kebaikan dan kemenangan bagi kalian di dunia dan akhirat, maka bagaimana kalian menuduhnya dengan tuduhan seperti ini, kalian mengatakan dia itu gila, tanpa tedeng aling-aling, tanpa berpikir, tanpa mengamati apa yang dia bawa ? .


وهكذا يجب على كل عاقل أن ينظر في أقوال الناس، فيميزها ويفحصها، ويرى الخطأ من الصواب، فيقبل الحق ويرد الخطأ، ولا يحمله التقليد الأعمى على البقاء على الباطل.


Demikian itu wajib bagi orang yang berakal untuk melihat perkataan manusia, memilahnya, memilah yang salah dari yang benar, kemudian terima yang benar dan tolak yang salah, jangalah fanatik buta menjadikannya tetap dalam kebatilan..


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar