Sabtu, 19 Desember 2020

109. Tafsir Ibnu Katsir : Surat Al-Kafirun

 

تفسير سورة الكافرون

 وهي مكية

 

 

ثبت في صحيح مسلم ، عن جابر : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قرأ بهذه السورة ، وب " قل هو الله أحد " في ركعتي الطواف

 

Di dalam kitab Sahih Muslim telah disebutkan dari Jabir, bahwa Rasulullah Saw. membaca surat ini dan surat Qul Huwallahu Ahad dalam salat dua rakaat tawafnya.

 

وفي صحيح مسلم من حديث أبي هريرة : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قرأ بهما في ركعتي الفجر

 

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan melalui hadis Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw. membaca kedua surat tersebut dalam dua rakaat salat Subuhnya.

 

وقال الإمام أحمد : حدثنا وكيع ، حدثنا إسرائيل ، عن أبي إسحاق ، عن مجاهد ، عن ابن عمر : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قرأ في الركعتين قبل الفجر والركعتين بعد المغرب ، بضعا وعشرين مرة ، أو : بضع عشرة مرة ، ﴿ قل يا أيها الكافرون ﴾ و ﴿ قل هو الله أحد ﴾

 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki', telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Mujahid, dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Saw. membaca dalam dua rakaat sebelum subuh, dan dua rakaat sesudah magribnya sebanyak dua puluh kali lebih atau belasan kali, surat Al Kafirun dan Al Ikhlas.

 

وقال أحمد أيضا : حدثنا محمد بن عبد الله بن الزبير ، حدثنا إسرائيل ، عن أبي إسحاق ، عن مجاهد ، عن ابن عمر قال : رمقت النبي صلى الله عليه وسلم أربعا وعشرين - أو : خمسا وعشرين - مرة ، يقرأ في الركعتين قبل الفجر ، والركعتين بعد المغرب بِـ ﴿ قل يا أيها الكافرون ﴾ و ﴿ قل هو الله أحد ﴾

 

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnuz Zubair, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Mujahid, dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa aku telah mengintip Nabi Saw. sebanyak dua puluh empat atau dua puluh lima kali membaca dalam dua rakaat sebelum subuhnya dan dua rakaat sesudah magribnya surat Al Kafirun dan Al Ikhlas.

 

وقال أحمد : حدثنا أبو أحمد - هو محمد بن عبد الله بن الزبير الزبيري - ، حدثنا سفيان - هو الثوري - ، عن أبي إسحاق ، عن مجاهد عن ابن عمر قال : رمقت النبي صلى الله عليه وسلم شهرا ، وكان يقرأ في الركعتين قبل الفجر بـ ﴿ قل يا أيها الكافرون ﴾ و ﴿ قل هو الله أحد ﴾

 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad alias Muhammad ibnu Abdullah ibnuz Zubair Az-Zubairi, telah menceritakan kepada kami Sufyan As-Sauri, dari Abu Ishaq, dari Mujahid, dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa ia memperhatikan Nabi Saw. selama satu bulan dan beliau dalam dua rakaat sebelum subuhnya selalu membaca surat Al Kafirun dan Al Ikhlas.

 

وكذا رواه الترمذي وابن ماجه ، من حديث أبي أحمد الزبيري ، وأخرجه النسائي من وجه آخر ، عن أبي إسحاق به ، وقال الترمذي : هذا حديث حسن

 

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi dan Imam Ibnu Majah melalui hadis Abu Ahmad Az-Zubairi; dan Imam Nasai mengetengahkannya melalui jalur lain dari Abu lshaq dengan sanad yang sama. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan.

 

وقد تقدم في الحديث أنها تعدل ربع القرآن ، و " إذا زلزلت " تعدل ربع القرآن

 

Dan dalam hadis yang terdahulu telah disebutkan bahwa surat Al-Kafirun ini sebanding dengan seperempat Al-Qur'an.

 

وقال الإمام أحمد : حدثنا هاشم بن القاسم ، حدثنا زهير ، حدثنا أبو إسحاق عن فروة ابن نوفل - هو ابن معاوية - عن أبيه ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال له : " هل لك في ربيبة لنا تكفلها ؟ " قال : أراها زينب . قال : ثم جاء فسأله النبي صلى الله عليه وسلم عنها ، قال : " ما فعلت الجارية ؟ " قال : تركتها عند أمها . قال : " فمجيء ما جاء بك ؟ " قال : جئت لتعلمني شيئا أقوله عند منامي . قال : " اقرأ : " قل يا أيها الكافرون " ثم نم على خاتمتها ، فإنها براءة من الشرك " . تفرد به أحمد

 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnul Qasim, telah menceritakan kepada kami Zuhair, telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq, dari Farwah ibnu Naufal (yaitu Ibnu Mu'awiyah), dari ayahnya, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda kepadanya, "Maukah engkau menjadi orang tua angkat dari anak yatim perempuan kami?" Mu'awiyah menjawab, "Kalau tidak salah dia adalah Zainab." Dan di lain waktu Mu'awiyah datang, maka Nabi Saw. bertanya kepadanya tentang Zainab, "Bagaimanakah berita anak perempuan itu?" Mu'awiyah menjawab, "Aku tinggalkan di rumah ibunya." Rasulullah Saw. bertanya, "Lalu ada apakah keperluan kedatanganmu ini?" Mu'awiyah bertanya, "Aku datang untuk menerima suatu pelajaran darimu tentang sesuatu yang akan kubaca sebelum tidurku." Rasulullah Saw. menjawab: Bacalah surat Al Kafirun, kemudian tidurlah bila telah selesai, karena sesungguhnya surat ini merupakan cuci tangan dari kemusyrikan. Imam Ahmad meriwayatkannya secara munfarid.

 

 

وقال أبو القاسم الطبراني : حدثنا أحمد بن عمرو القطراني ، حدثنا محمد بن الطفيل ، حدثنا شريك ، عن أبي إسحاق ، عن جبلة بن حارثة - وهو أخو زيد بن حارثة - أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : " إذا أويت إلى فراشك فاقرأ : ﴿ قل يا أيها الكافرون ﴾  حتى تمر بآخرها ، فإنها براءة من الشرك " - والله أعلم وهو حسبي ونعم الوكيل

 

Abul Qasim At-Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Umar Al-Qatrani, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnut Tufail, telah menceritakan kepada kami Syarik, dari Abu Ishaq, dari Jabalah ibnu Harisah saudara lelaki Zaid ibnu Harisah, bahwa Nabi Saw. pernah bersabda: Apabila kamu telah merebahkan diri diperaduanmu, maka bacalah surat Qul Ya Ayyuhal Kafirun hingga akhir surat, karena sesungguhnya surat ini merupakan cuci tangan dari kemusyrikan.

 

وقال الإمام أحمد : حدثنا حجاج ، حدثنا شريك ، عن أبي إسحاق ، عن فروة بن نوفل عن الحارث بن جبلة قال : قلت : يا رسول الله ، علمني شيئا أقوله عند منامي . قال :  إذا أخذت مضجعك من الليل فاقرأ : ﴿ قل يا أيها الكافرون ﴾  فإنها براءة من الشرك

 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajjaj, telah menceritakan kepada kami Syarik, dari Abu Ishaq, dari Farwah ibnu Naufal, dari Al-Haris ibnu Jabalah yang menceritakan bahwa ia pernah berkata kepada Rasulullah Saw., "Wahai Rasulullah, ajarilah aku sesuatu yang aku akan baca di saat hendak tidurku." Rasulullah Saw. menjawab: Apabila engkau telah berada di peraduanmu di malum hari, maka bacalah Qul Ya Ayyuhal Kafirun, karena sesungguhnya surat ini merupakan cuci tangan dari kemusyrikan.

 

وروى الطبراني من طريق شريك ، عن جابر ، عن معقل الزبيدي ، عن [ عباد أبي الأخضر ، عن خباب ] أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان إذا أخذ مضجعه قرأ : ﴿ قل يا أيها الكافرون ﴾  حتى يختمها

 

Imam Tabrani telah meriwayatkan melalui jalur Syarik, dari Jabir, dari Ma'qal Az-Zubaidi, dari Abdur Rahman dengan sanad ini, bahwa Rasulullah Saw. apabila telah berada di peraduannya membaca surat Al Kafirun hingga akhir surat.

 

Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

 

 

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ﴿١﴾ لاَ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلاَ أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلاَ أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ ﴿٤﴾ وَلاَ أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦﴾

 

Katakanlah, "Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. Dan kalian bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak menyembah apa yang kalian sembah, dan kalian tidak menyembah Tuhan yang aku sembah. Untuk kalianlah agama kalian, dan untukkulah agamaku.”

 

هذه السورة سورة البراءة من العمل الذي يعمله المشركون ، وهي آمرة بالإخلاص فيه ، فقوله : ﴿ قل يا أيها الكافرون ﴾  شمل كل كافر على وجه الأرض ، ولكن المواجهين بهذا الخطاب هم كفار قريش

 

Surat ini adalah surat yang menyatakan pembebasan diri dari apa yang dilakukan oleh orang-orang musyrik, dan surat ini memerintahkan untuk membersihkan diri dengan sebersih-bersihnya dari segala bentuk kemusyrikan. Maka firman Allah subhanahu wa ta'ala: Katakanlah, "Hai orang-orang kafir. mencakup semua orang kafir yang ada di muka bumi, tetapi lawan bicara dalam ayat ini ditujukan kepada orang-orang kafir Quraisy.

 

وقيل : إنهم من جهلهم دعوا رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى عبادة أوثانهم سنة ، ويعبدون معبوده سنة ، فأنزل الله هذه السورة ، وأمر رسوله صلى الله عليه وسلم فيها أن يتبرأ من دينهم بالكلية ، ﴿ لاَ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴾ يعني من الأصنام والأنداد ﴿ وَلاَ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴾ وهو الله وحده لا شريك له ، فما ههنا بمعنى من

Menurut suatu pendapat, di antara kebodohan mereka ialah, mereka pernah mengajak Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam untuk menyembah berhala-berhala mereka selama satu tahun, lalu mereka pun akan menyembah sembahannya selama satu tahun. Maka Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan surat ini dan memerintahkan kepada Rasul-Nya dalam surat ini agar memutuskan hubungan dengan agama mereka secara keseluruhan; untuk itu Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: Aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. Yakni berhala-berhala dan sekutu-sekutu yang mereka ada-adakan. Dan kalian bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Yaitu Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Lafaz ma di sini bermakna man.

 

قال ﴿ ولا أنا عابد ما عبدتم ولا أنتم عابدون ما أعبد ﴾ أي ولا أعبد عبادتكم أي لا أسلكها ولا أقتدي بها وإنما أعبد الله على الوجه الذي يحبه ويرضاه ، ولهذا قال : ﴿ ولا أنتم عابدون ما أعبد ﴾ أي : لا تقتدون بأوامر الله وشرعه في عبادته ، بل قد اخترعتم شيئا من تلقاء أنفسكم ، كما قال : ﴿ إن يتبعون إلا الظن وما تهوى الأنفس ولقد جاءهم من ربهم الهدى ﴾ [ النجم : ٢٣ ] فتبرأ منهم في جميع ما هم فيه ، فإن العابد لا بد له من معبود يعبده ، وعبادة يسلكها إليه ، فالرسول وأتباعه يعبدون الله بما شرعه ; ولهذا كان كلمة الإسلام " لا إله إلا الله ، محمد رسول الله " أي : لا معبود إلا الله ولا طريق إليه إلا بما جاء به الرسول صلى الله عليه وسلم ، والمشركون يعبدون غير الله عبادة لم يأذن بها الله ، ولهذا قال لهم الرسول صلى الله عليه وسلم : ﴿ لكم دينكم ولي دين ﴾ كما قال تعالى : ﴿ وإن كذبوك فقل لي عملي ولكم عملكم أنتم بريئون مما أعمل وأنا بريء مما تعملون ﴾ [ يونس : ٤١ ] وقال : ﴿ لنا أعمالنا ولكم أعمالكم ﴾ - القصص : ٥٥

 

Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya: Dan aku tidak menyembah apa yang kalian sembah, dan kalian tidak menyembah Tuhan yang aku sembah. Yakni aku tidak akan melakukan penyembahan seperti kalian. Dengan kata lain, aku tidak akan menempuh cara itu dan tidak pula mengikutinya. Sesungguhnya yang aku sembah hanyalah Allah sesuai dengan apa yang disukai dan diridhainya. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya: dan kalian tidak menyembah Tuhan yang aku sembah. Artinya, kalian tidak mau menuruti perintah-perintah Allah dan syariat-Nya dalam beribadah kepada-Nya, melainkan kalian telah membuat-buat sesuatu dari diri kalian sendiri sesuai hawa nafsu kalian. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka. (An-Najm: 23). Maka Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam berlepas diri dari mereka dalam semua yang mereka kerjakan; karena sesungguhnya seorang hamba itu harus mempunyai Tuhan yang disembahnya dan cara ibadah yang ditempuhnya. Rasul dan para pengikutnya menyembah Allah sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh-Nya. Untuk itulah maka kalimah Islam ialah 'Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah.' Dengan kata lain, tiada yang berhak disembah selain Allah, dan tiada jalan yang menuju kepada-Nya selain dari apa yang disampaikan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam Sedangkan orang-orang musyrik menyembah selain Allah dengan cara penyembahan yang tidak diizinkan oleh Allah. Karena itulah maka Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam berkata kepada mereka, sesuai dengan perintah Allah subhanahu wa ta'ala: Untuk kalianlah agama kalian dan untukkulah agamaku. Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah, "Bagiku pekerjaanku dan bagi kalian pekerjaan kalian. Kalian berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kalian kerjakan” (Yunus: 41). Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala: bagi kami amalan kami dan bagi kalian amalan kalian. (Al-Qasas: 139).

 

وقال البخاري : يقال : ( لكم دينكم ) الكفر ( ولي دين ) الإسلام . ولم يقل : " ديني " لأن الآيات بالنون ، فحذف الياء ، كما قال : ( فهو يهدين ) [ الشعراء : ٧٨ ] و ( يشفين ) [ الشعراء : ٨٠ ] وقال غيره : لا أعبد ما تعبدون الآن ، ولا أجيبكم فيما بقي من عمري ، ولا أنتم عابدون ما أعبد ، وهم الذين قال : ( وليزيدن كثيرا منهم ما أنزل إليك من ربك طغيانا وكفرا ) - المائدة : ٦٤

 

Imam Bukhari mengatakan bahwa dikatakan: Untukmulah agamamu. (Al-Kafirun: 6) Yakni kekafiran. dan untukkulah agamaku. (Al-Kafirun: 6) Yaitu agama Islam, dan tidak disebutkan dini, karena akhir semua ayat memakai huruf nun, maka huruf ya-nya dibuang. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain: maka Dialah yang menunjuki aku. (Asy-Syu'ara: 78). Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala: Dialah Yang menyembuhkan aku. (Asy-Syu'ara: 80). Selain Imam Bukhari mengatakan bahwa sekarang aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah, dan aku tidak akan pula memenuhi ajakan kalian.dalam sisa usiaku, dan kalian tidak akan menyembah Tuhan yang aku sembah. Mereka adalah orang-orang yang disebutkan di dalam firman-Nya: Dan Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. (Al-Maidah: 64)

 

انتهى ما ذكره

 

ونقل ابن جرير عن بعض أهل العربية أن ذلك من باب التأكيد ، كقوله : ( فإن مع العسر يسرا إن مع العسر يسرا ) [ الشرح : ٥-٦] وكقوله : ( لترون الجحيم ثم لترونها عين اليقين ) التكاثر : ٦-٧ ] وحكاه بعضهم - كابن الجوزي ، وغيره - عن ابن قتيبة ، فالله أعلم . فهذه ثلاثة أقوال :

 

Ibnu Jarir telah menukil dari sebagian ahli bahasa Arab bahwa ungkapan seperti ini termasuk ke dalam Bab "Taukid (Pengukuhan)" sebagaimana yang terdapat di dalam firman-Nya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ilu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (Alain Nasyrah: 5-6). Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala: niscaya kalian benar-benar akan melihat neraka Jahim, dan sesungguhnya kalian benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin. (At-Takatsur: 6-7). Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh sebagian dari mereka -seperti Ibnul Juzi dan lain-lainnya- dari Ibnu Qutaibah; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui. Kesimpulan dari pembahasan di atas dapat dikatakan bahwa ada tiga pendapat sehubungan dengan makna ayat-ayat surat ini.

 

أولها ما ذكرناه أولا . الثاني : ما حكاه البخاري وغيره من المفسرين أن المراد : ( لا أعبد ما تعبدون ولا أنتم عابدون ما أعبد ) في الماضي ( ولا أنا عابد ما عبدتم ولا أنتم عابدون ما أعبد ) في المستقبل . الثالث : أن ذلك تأكيد محض

 

Pendapat yang pertama adalah sebagaimana yang telah kami kemukakan di atas. Pendapat yang kedua adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan lain-lainnya dari ulama tafsir, bahwa makna yang dimaksud dari firman-Nya: aku tidak pernah menyembah apa yang kalian sembah. Dan kalian bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. (Al-Kafirun: 2-3) Ini berkaitan dengan masa lalu, sedangkan firman-Nya: Dan aku bukan penyembah apa yang kalian sembah, dan kalian bukanpulapenyembah Tuhan yang aku sembah. (Al-Kafirun: 4-5) Ini berkaitan dengan masa mendatang. Dan pendapat yang ketiga mengatakan bahwa hal tersebut merupakan taukid (pengukuhan kata) semata.

 

وثم قول رابع ، نصره أبو العباس بن تيمية في بعض كتبه ، وهو أن المراد بقوله : ( لا أعبد ما تعبدون ) نفي الفعل لأنها جملة فعلية ( ولا أنا عابد ما عبدتم ) نفي قبوله لذلك بالكلية ; لأن النفي بالجملة الاسمية آكد فكأنه نفى الفعل ، وكونه قابلا لذلك ومعناه نفي الوقوع ونفي الإمكان الشرعي أيضا . وهو قول حسن أيضا ، والله أعلم

 

Masih ada pendapat lainnya, yaitu pendapat keempat; pendapat ini didukung oleh Abu Abbas ibnu Taimiyah dalam salah satu karya tulisnya. Disebutkan bahwa yang dimaksud dengan firman-Nya: aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. (Al-Kafirun:2) menafikan perbuatan karena kalimatnya adalah jumlah fi'liyyah, sedangkan firman-Nya: Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kalian sembah. (Al-Kafirun: 4) menafikan penerimaan tawaran tersebut secara keseluruhan, karena makna jumlah ismiyah yang dinafikan pengertiannya lebih kuat daripada jumlah fi 'liyah yang dinafikan. Jadi, seakan-akan yang dinafikan bukannya hanya perbuatannya saja, tetapi juga kejadiannya dan pembolehan dari hukurn syara'. Pendapat ini dinilai cukup baik pula; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

 

وقد استدل الإمام أبو عبد الله الشافعي وغيره بهذه الآية الكريمة : ( لكم دينكم ولي دين ) على أن الكفر كله ملة واحدة تورثه اليهود من النصارى ، وبالعكس ; إذا كان بينهما نسب أو سبب يتوارث به ; لأن الأديان - ما عدا الإسلام - كلها كالشيء الواحد في البطلان . وذهب أحمد بن حنبل ومن وافقه إلى عدم توريث النصارى من اليهود وبالعكس ; لحديث عمرو بن شعيب ، عن أبيه ، عن جده قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : - لا يتوارث أهل ملتين شتى

 

Imam Abu Abdullah Asy-Syafii dan lain-lainnya telah menyimpulkan dari ayat ini, yaitu firman-Nya: Untuk kalianlah agama kalian, dan untukkulah agamaku. (Al-Kafirun: 6) sebagai suatu dalil yang menunjukkan bahwa kufur itu semuanya sama saja, oleh karenanya orang Yahudi dapat mewaris dar

i orang Nasrani; begitu pula sebaliknya, jika di antara keduanya terdapat hubungan nasab atau penyebab yang menjadikan keduanya bisa saling mewaris. Karena sesungguhnya semua agama selain Islam bagaikan sesuatu yang tunggal dalam hal kebatilannya. Imam Ahmad ibnu Hambal dan ulama lainnya yang sependapat dengannya mengatakan bahwa orang Nasrani tidak dapat mewaris dari orang Yahudi, demikian pula sebaliknya. Karena ada hadis yang diriwayatkan dari Amr ibnu Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya yang mengatakan bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam telah bersabda: Dua orang pemeluk agama yang berbeda tidak dapat saling mewaris di antara keduanya.

 

آخر تفسير سورة قل يا أيها الكافرون

ولله الحمد والمنة

Senin, 14 Desember 2020

110. Tafsir Ibnu Katsir : Surat An-Nasr

 

تفسير سورة النصر وهي مدنية

 

﴿ إذا جاء نصر الله والفتح ، ورأيت الناس يدخلون في دين الله أفواجا ، فسبح بحمد ربك واستغفره إنه كان توابا ﴾

 

Ketika telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepadanya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Tobat.

 

 قد تقدم أنها تعدل ربع القرآن ، و " إذا زلزلت " تعدل ربع القرآن

Dalam pembahasan sebelumnya telah disebutkan bahwa surat ini sebanding dengan seperempat Al-Qur'an. Begitu pula surat Az-Zalzalah sebanding dengan seperempat Al-Qur'an.

وقال النسائي : أخبرنا محمد بن إسماعيل بن إبراهيم ، أخبرنا جعفر ، عن أبي العميس ( ح ) وأخبرنا محمد بن سليمان ، حدثنا جعفر بن عون ، حدثنا أبو العميس ، عن عبد المجيد بن سهيل عن عبيد الله بن عبد الله بن عتبة قال : قال لي ابن عباس : يا ابن عتبة ، أتعلم آخر سورة من القرآن نزلت ؟ قلت : نعم ، ﴿ إذا جاء نصر الله والفتح ﴾ قال : صدقت

Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ismail ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Ja'far, dari Abul Umais. Telah menceritakan pula kepada kami Ahmad ibnu Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Ja'far ibnu Aun, telah menceritakan kepada kami Abul Umais, dari Abdul Majid ibnu Suhail, dari Ubaidillah ibnu Abdullah ibnu Utbah yang mengatakan bahwa Ibnu Abbas pernah berkata kepadanya, "Hai Ibnu Utbah, tahukah engkau, surat apakah yang paling akhir diturunkan?" Aku Menjawab, "Ya," yaitu: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (An-Nasr: 1) Ibnu Abbas berkata, "Engkau benar."

 

وروى الحافظ أبو بكر البزار والبيهقي من حديث موسى بن عبيدة الربذي ، عن صدقة بن يسار ، عن ابن عمر قال : أنزلت هذه السورة : " إذا جاء نصر الله والفتح " على رسول الله صلى الله عليه وسلم أوسط أيام التشريق ، فعرف أنه الوداع ، فأمر براحلته القصواء فرحلت ، ثم قام فخطب الناس ، فذكر خطبته المشهورة

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar dan Imam Baihaqi telah meriwayatkan melalui hadis Musa ibnu Ubaidah Ar-Robadi, dari Sadaqah ibnu Yasar, dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa surat ini diturunkan kepada Rasulullah Saw. pada pertengahan hari-hari Tasyriq, yaitu firman-Nya: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (An-Nasr: 1). Maka aku mengetahui bahwa hal ini merupakan al-wada' (pamitan), lalu Rasulullah Saw. memerintahkan agar untanya yang bernama Qaswa dipersiapkan, kemudian beliau mengendarainya dan berkotbah kepada orang-orang. Maka Ibnu Umar menuturkan khotbah Rasulullah Saw. yang terkenal itu.

  وقال الحافظ البيهقي : أخبرنا علي بن أحمد بن عبدان ، أخبرنا أحمد بن عبيد الصفار ، حدثنا الأسفاطي ، حدثنا سعيد بن سليمان ، حدثنا عباد بن العوام ، عن هلال بن خباب ، عن عكرمة ، عن ابن عباس قال : لما نزلت : ﴿ إذا جاء نصر الله والفتح ﴾ دعا رسول الله صلى الله عليه وسلم فاطمة وقال : " إنه قد نعيت إلي نفسي " ، فبكت ثم ضحكت ، وقالت : أخبرني أنه نعيت إليه نفسه فبكيت ، ثم قال : " اصبري فإنك أول أهلي لحاقا بي " فضحكت

 

Al-Hafiz Al-Baihaqi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Ahmad ibnu Abdan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ubaid As-Saffar, telah menceritakan kepada kami Al-Asqati, telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Abbad ibnui Awwam, dari Hilal ibnu Khabbab, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa setelah diturunkan kepada Rasulullah Saw. firman-Nya: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (An-Nasr: 1). Maka beliau memanggil Fatimah (putrinya), kemudian bersabda, "Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku dekatnya ajalku." Maka Fatimah menangis, kemudian tersenyum. Fatimah mengatakan, "Pada mulanya beliau Saw. menceritakan kepadanya bahwa ajalnya telah dekat, lalu aku menangis. Kemudian beliau bersabda: 'Bersabarlah, karena sesungguhnya engkau adalah mula-mula keluargaku yang menyusul (kepergian)ku. 'Maka aku tersenyum mendengar berita ini.”

 

وقد رواه النسائي - كما سيأتي - بدون ذكر فاطمة

 

Imam Nasai telah meriwayatkan pula hadis ini, tetapi tanpa melibatkan Fatimah r.a.

 

قال البخاري : حدثنا موسى بن إسماعيل ، حدثنا أبو عوانة ، عن أبي بشر ، عن سعيد بن جبير ، عن ابن عباس قال : كان عمر يدخلني مع أشياخ بدر ، فكأن بعضهم وجد في نفسه ، فقال : لم يدخل هذا معنا ولنا أبناء مثله ؟ فقال عمر : إنه ممن قد علمتم فدعاهم ذات يوم فأدخله معهم ، فما رؤيت أنه دعاني فيهم يومئذ إلا ليريهم ، فقال : ما تقولون في قول الله عز وجل : ﴿ إذا جاء نصر الله والفتح ﴾ ؟ فقال بعضهم : أمرنا أن نحمد الله ونستغفره إذا نصرنا وفتح علينا . وسكت بعضهم فلم يقل شيئا ، فقال لي : أكذلك تقول يا ابن عباس ؟ فقلت : لا . فقال : ما تقول ؟ فقلت : هو أجل رسول الله صلى الله عليه وسلم أعلمه له ، قال : ﴿ إذا جاء نصر الله والفتح ﴾ فذلك علامة أجلك ﴿ فسبح بحمد ربك واستغفره إنه كان توابا ﴾ فقال عمر بن الخطاب : لا أعلم منها إلا ما تقول . تفرد به البخاري

 

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ismail, telah menceritakan kepada kami Abu Uwwanah, dari Abu Bisyr, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Khalifah Umar memasukkan diriku ke dalam kelompok orang-orang tua yang pernah ikut dalam Perang Badar. Maka seseorang dari mereka merasa kurang enak dengan keberadaanku bersama dengan mereka, akhirnya ia berkata, "Mengapa orang seusia dia dimasukkan ke dalam golongan kita, padahal kita mempunyai anak-anak yang seusia dengannya." Maka Umar menjawab, "Sesungguhnya dia termasuk seseorang yang telah kalian ketahui." Pada suatu hari Umar memanggil mereka, dan ia memasukkan diriku ke dalam golongan mereka. Dan aku mengerti bahwa tidaklah dia memanggilku dan menggabungkan diriku bersama mereka di hari itu melainkan dengan tujuan hendak memperlihatkan kadar ilmuku kepada mereka. Lalu Umar membuka pembicaraan, "Bagaimanakah pendapat kalian tentang makna firman Allah Saw.: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (An-Nasr: 1). Maka sebagian dari mereka menjawab.”Ayat ini memerintahkan kepada kita untuk memuji Allah dan memohon ampunan kepada-Nya, apabila kita peroleh kemenangan dan pertolongan." Dan sebagian dari mereka hanya diam, tidak mengatakan sepatah kata pun. Maka Umar berkata kepadaku, "Apakah demikian pula menurutmu, hai Ibnu Abbas?" Aku menjawab, "Tidak." Umar berkata, "Bagaimanakah menurutmu?" Maka aku menjawab, bahwa itu merupakan pertanda dekatnya ajal Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam Yang diberitahukan kepadanya. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (An-Nasr: 1) Maka itulah alamat dekatnya ajalmu. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima Tobat. (An-Nasr: 3) Maka Umar ibnu Khattab berkata, "Aku pun sependapat denganmu." Hadis diriwayatkan oleh Imam Bukhari secara munfarid.

 

وروى ابن جرير ، عن محمد بن حميد ، عن مهران ، عن الثوري ، عن عاصم ، عن أبي رزين ، عن ابن عباس ، فذكر مثل هذه القصة ، أو نحوها

 

Imam Ibnu Jarir telah meriwayatkan dari Muhammad ibnu Humaid, dari Mahran, dari As-Sauri, dari Asim, dari Abu Razin, dari Ibnu Abbas, lalu ia menyebutkan kisah yang semisal dengan kisah di atas.

 

وقال الإمام أحمد : حدثنا محمد بن فضيل ، حدثنا عطاء ، عن سعيد بن جبير ، عن ابن عباس قال : لما نزلت : ﴿ إذا جاء نصر الله والفتح ﴾ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " نعيت إلي نفسي " . . بأنه مقبوض في تلك السنة . تفرد به أحمد

 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Fudail, telah menceritakan kepada kami Ata, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ketika diturunkan firman-Nya: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (An-Nasr: 1) Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Ini adalah ucapan belasungkawa terhadapku. Karena sesungguhnya beliau sallallahu alaihi wa sallam wafat pada tahun itu juga; Imam Ahmad meriwayatkan secara munfarid.

 

وروى العوفي ، عن ابن عباس ، مثله . وهكذا قال مجاهد وأبو العالية والضحاك وغير واحد : إنها أجل رسول الله صلى الله عليه وسلم نعي إليه

 

Al-Aufi telah meriwayatkan hal yang semisalnya dari Ibnu Abbas. Hal yang sama telah dikatakan pula oleh Mujahid, Abul Aliyah, Ad-Dahhak, dan lain-lainnya bahwa hal ini merupakan berita dekatnya ajal Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam

 

وقال ابن جرير : حدثني إسماعيل بن موسى ، حدثنا الحسين بن عيسى الحنفي ، عن معمر ، عن الزهري ، عن أبي حازم ، عن ابن عباس قال : بينما رسول الله صلى الله عليه وسلم في المدينة إذ قال : " الله أكبر ، الله أكبر! جاء نصر الله والفتح ، جاء أهل اليمن " . قيل : يا رسول الله ، وما أهل اليمن ؟ قال :  قوم رقيقة قلوبهم ، لينة طباعهم ، الإيمان يمان ، والفقه يمان ، والحكمة يمانية

 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ismail ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Isa Al-Hanafi, dari Ma'mar, dari Az-Zuhri, dari Abu Hazim, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ketika Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam berada di Madinah, tiba-tiba beliau sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, telah datang pertolongan Allaah dan kemenangan, telah datang penduduk Yaman.” Ditanyakan, "Wahai Rasulullah, siapakah penduduk Yaman itu?” Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam menjawab, "Kaum yang lembut hatinya dan lunak wataknya. Iman adalah Yaman dan fiqih adalah Yaman, dan hikmah adalah Yaman.”

 

ثم رواه عن ابن عبد الأعلى ، عن ابن ثور ، عن معمر ، عن عكرمة مرسلا

 

Kemudian Ibnu Abdul A’la meriwayatkannya dari Ibnu Saur, dari Ma'mar, dari Ikrimah secara mursal.

 

وقال الطبراني : حدثنا زكريا بن يحيى ، حدثنا أبو كامل الجحدري ، حدثنا أبو عوانة ، عن هلال بن خباب ، عن عكرمة عن ابن عباس قال : لما نزلت : ﴿ إذا جاء نصر الله والفتح ﴾ حتى ختم السورة ، قال : نعيت لرسول الله صلى الله عليه وسلم نفسه حين نزلت ، قال : فأخذ بأشد ما كان قط اجتهادا في أمر الآخرة . وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم بعد ذلك : " جاء الفتح ونصر الله ، وجاء أهل اليمن " . فقال رجل : يا رسول الله ، وما أهل اليمن ؟ قال : قوم رقيقة قلوبهم ، لينة قلوبهم ، الإيمان يمان ، والفقه يمان

 

Imam Tabrani mengatakan. telah menceritakan kepada kami Zakaria ibnu Yahya, telah menceritakan kepada kami Abu Kamil Al-Juhdari, telah menceritakan kepada kami Abu Uwwanah, dari Hilal ibnu Kliabbab, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ketika diturunkan firman-Nya: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (An-Nasr: 1) hingga akhir surat, ini merupakan berita dekatnya ajal Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam saat surat ini diturunkan. Maka kelihatan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam lebih mempergiat kesungguhannya lebih dari sebelumnya dalam masalah akhirat. Dan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam sesudah itu bersabda: "Telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan telah datang penduduk Yaman.” Seorang lelaki bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah penduduk Yaman itu?” Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Kaum yang memiliki hati yang lembut dan watak yang lunak. Iman adalah Yaman, dan fiqih adalah Yaman.”

 

وقال الإمام أحمد : حدثنا وكيع ، عن سفيان ، عن عاصم ، عن أبي رزين ، عن ابن عباس قال : لما نزلت : ﴿ إذا جاء نصر الله والفتح ﴾ علم النبي صلى الله عليه وسلم أنه قد نعيت إليه نفسه ، فقيل : ﴿ إذا جاء نصر الله والفتح ﴾ السورة كلها

 

Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Waki', dari Sufyan, dari Asim ibnu Abu Razin, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ketika diturunkan firman-Nya: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (An-Nasr: 1) Nabi sallallahu alaihi wa sallam mengetahui bahwa sesungguhnya ini merupakan berita dekatnya ajal dirinya Saw. Menurut satu pendapat mengatakan bahwa ketika diturunkan surat ini (An-Nasr).

 

حدثنا وكيع ، عن سفيان ، عن عاصم ، عن أبي رزين : أن عمر سأل ابن عباس عن هذه الآية : ﴿ إذا جاء نصر الله والفتح ﴾ قال : لما نزلت نعيت إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم نفسه

 

Waqi telah menceritakan kepada kami dari Sufyan, dari Asim, dari Abu Razim bahwa Umar pernah bertanya kepada Ibnu Abbas radhiallahu anhu tentang makna firman-Nya: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (An-Nasr: 1) Maka Ibnu Abbas menjawab, bahwa surat ini diturunkan sebagai pertanda dekatnya kewafatan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam

 

وقال الطبراني : حدثنا إبراهيم بن أحمد بن عمر الوكيعي ، حدثنا أبي ، حدثنا جعفر بن عون ، عن أبي العميس ، عن أبي بكر بن أبي الجهم ، عن عبيد الله بن عبد الله بن عتبة ، عن ابن عباس قال : آخر سورة نزلت من القرآن جميعا : ﴿ إذا جاء نصر الله والفتح ﴾

 

Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Ahmad ibnu Umar Al-Waki'i, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ja'far ibnu Aun, dari Abul Umais, dari Abu Bakar ibnu Abul Jahm, dari Ubaidillah ibnu Abdullah ibnu Utbah. dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa surat Al-Qur'an yang paling akhir penurunannya adalah yang diawali dengan firman-Nya: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (An-Nasr: 1)

 

وقال الإمام أحمد أيضا : حدثنا محمد بن جعفر ، حدثنا شعبة ، عن عمرو بن مرة ، عن أبي البختري الطائي ، عن أبي سعيد الخدري ، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال : لما نزلت هذه السورة : ﴿ إذا جاء نصر الله والفتح ﴾ قرأها رسول الله صلى الله عليه وسلم حتى ختمها ، فقال : " الناس حيز ، وأنا وأصحابي حيز " . وقال : " لا هجرة بعد الفتح ، ولكن جهاد ونية " . فقال له مروان : كذبت - وعنده رافع بن خديج وزيد بن ثابت ، قاعدان معه على السرير - فقال أبو سعيد : لو شاء هذان لحدثاك ، ولكن هذا يخاف أن تنزعه عن عرافة قومه ، وهذا يخشى أن تنزعه عن الصدقة . فرفع مروان عليه الدرة ليضربه ، فلما رأيا ذلك قالا : صدق

 

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Amr ibnu Murrah, dari Abul Bukhturi At-Ta-i, dari Abu Sa'id Al-Khudri yang mengatakan bahwa ketika diturunkan surat ini yang diawali dengan firman-Nya: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (An-Nasr: 1) Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam inembacanya hingga selesai, lalu bersabda: Manusia itu (orang-orang mukmin) baik dan aku beserta para sahabatku baik. Tidak ada hijrah sesudah kemenangan (atas kota Mekah), tetapi (yang masih ada ialah) jihad dan niat. Maka Marwan (yang saat itu menjadi khalifah) berkata kepada Abu Sa’id, ''Kamu dusta," sedangkan di hadapannya terdapat Rafi' ibnu Khadij dan Zaid ibnu Sabit sedang duduk bersamanya di atas dipan. Maka Abu Sa'id menjawab, "Seandainya dua orang ini menghendaki, tentulah mereka berdua menceritakan hadis ini kepadamu. Akan tetapi, yang ini merasa takut kepadamu bila kamu cabut dia dari kepemimpinan kaumnya, dan orang ini merasa takut bila kamu tidak memberinya sedekah (zakat). Maka Marwan mengangkat cemetinya dengan maksud akan memukul Abu Sa'id; dan ketika kedua teman duduknya itu melihat situasi memanas, maka keduanya berkata mendukung Abu Sa'id, "Dia benar."

 

تفرد به أحمد ، وهذا الذي أنكره مروان على أبي سعيد ليس بمنكر ، فقد ثبت من رواية ابن عباس أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال يوم الفتح : " لا هجرة ، ولكن جهاد ونية ، ولكن إذا استنفرتم فانفروا " . أخرجه البخاري ومسلم في صحيحيهما

 

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad secara munfarid. Dan hadis yang diingkari oleh Marwan ini terhadap orang yang mengatakannya (yaitu Abu Sa'id) bukanlah hadis yang munkar. Karena sesungguhnya telah terbuktikan melalui riwayat Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda di hari kemenangan: Tiada hijrah lagi (sesudah ini), tetapi jihad dan niat;dan apabila kalian diperintahkan untuk berangkat berperang, maka berangkatlah. Imam Bukhari dan Imam Muslim telah mengetengahkannya di dalam kitab sahih masing-masing.

 

فالذي فسر به بعض الصحابة من جلساء عمر رضي الله عنهم أجمعين ، من أنه قد أمرنا إذا فتح الله علينا المدائن والحصون أن نحمد الله ونشكره ونسبحه ، يعني نصلي ونستغفره - معنى مليح صحيح ، وقد ثبت له شاهد من صلاة النبي صلى الله عليه وسلم يوم فتح مكة وقت الضحى ثماني ركعات ، فقال قائلون : هي صلاة الضحى . وأجيبوا بأنه لم يكن يواظب عليها ، فكيف صلاها ذلك اليوم وقد كان مسافرا لم ينو الإقامة بمكة ؟ ولهذا أقام فيها إلى آخر شهر رمضان قريبا من تسعة عشر يوما يقصر الصلاة ويفطر هو وجميع الجيش ، وكانوا نحوا من عشرة آلاف . قال هؤلاء : وإنما كانت صلاة الفتح ، قالوا : فيستحب لأمير الجيش إذا فتح بلدا أن يصلي فيه أول ما يدخله ثماني ركعات . وهكذا فعل سعد بن أبي وقاص يوم فتح المدائن ، ثم قال بعضهم : يصليها كلها بتسليمة واحدة . والصحيح أنه يسلم من كل ركعتين ، كما ورد في سنن أبي داود : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يسلم يوم الفتح من كل ركعتين

 

Dan pendapat yang dikemukakan oleh sebagian sahabat dari kalangan orang-orang yang ada di dalam majelis Umar saat itu mempunyai alasan yang benar dan baik. Mereka mengatakan bahwa Allah telah memerintahkan kepada kita bila Dia telah memenangkan kita atas kota-kota besar dan benteng-benteng musuh, hendaknya kita memuji kepada Allah, bersyukur, dan bertasbih kepada-Nya. Yakni mengerjakan salat dan memohon ampun kepada-Nya. Hal ini telah terbukti kebenarannya dengan adanya salat yang dilakukan oleh Nabi sallallahu alaihi wa sallam di Mekah pada hari penaklukannya, yaitu diwaktu duha sebanyak delapan rakaat. Maka sebagian orang mengatakan bahwa salat itu adalah salat duha. Tetapi disanggah bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam belum pernah membiasakan salat tersebut, lalu mengapa beliau melakukan salat itu, padahal beliau dalam keadaan musafir dan tidak berniat untuk mukim di Mekah? Karena itulah maka beliau tinggal di Mekah hanya sampai akhir Ramadan, yang lamanya kurang lebih sembilan belas hari; dan selama itu beliau mengqasar salatnya. Lalu beliau berbuka bersama semua tentara kaum muslim. yang saat itu jumlahnya kurang lebih sepuluh ribu personel. Mereka yang menyanggah pendapat pertama mengatakan bahwa salat yang dilakukan oleh mereka tiada lain adalah salat Al-Fat-h. Mereka mengatakan bahwa untuk itu maka dianjurkan bagi pemimpin pasukan apabila mendapat kemenangan atas suatu negeri, hendaknya ia melakukan salat di dalam negeri itu saat pertama kali dia memasukinya sebanyak delapan rakaat. Hal yang semisal telah dilakukan oleh Sa'd ibnu Abu Waqqas di hari kemenangan atas kota-kota besar (negeri Persia). Kemudian sebagian dari ulama mengatakan bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam mengerjakan salat yang delapan rakaat itu dengan sekali salam. Tetapi menurut pendapat yang sahih, Nabi sallallahu alaihi wa sallam melakukan salam pada setiap dua rakaatnya, sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab Sunan Abu Daud, bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam melakukan salat pada tiap dua rakaat di hari kemenangan atas kota Mekah.

 

وأما ما فسر به ابن عباس وعمر رضي الله عنهما ، من أن هذه السورة نعي فيها إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم نفسه الكريمة ، واعلم أنك إذا فتحت مكة وهي قريتك التي أخرجتك ودخل الناس في دين الله أفواجا ، فقد فرغ شغلنا بك في الدنيا ، فتهيأ للقدوم علينا والوفود إلينا ، فالآخرة خير لك من الدنيا ، ولسوف يعطيك ربك فترضى ، ولهذا قال : ﴿ فسبح بحمد ربك واستغفره إنه كان توابا ﴾

 

Adapun menurut penafsiran Ibnu Abbas dan Umar radhiallahu anhu yang menyatakan bahwa surat ini merupakan pemberitahuan akan dekatnya kewafatan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, maka seperti berikut: Ketahuilah bahwa apabila Aku taklukkan Mekah untukmu karena ia adalah kota yang telah mengusirmu, dan manusia mulai memasuki agama Allah secara berbondong-bondong, maka sesungguhnya akan Kami selesaikan tugasmu di dunia. Karena itu bersiap-siaplah kamu untuk datang menghadap kepada Kami, maka negeri akhirat itu lebih baik bagimu daripada dunia. Dan sesungguhnya'Tuhanmu akan memberimu pahala yang membuatmu merasa puas dengannya. Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya: maka bertasbilah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat. (An-Nasr: 3)

 

قال النسائي : أخبرنا عمرو بن منصور ، حدثنا محمد بن محبوب ، حدثنا أبو عوانة ، عن هلال بن خباب ، عن عكرمة عن ابن عباس قال : لما نزلت : ﴿ إذا جاء نصر الله والفتح ﴾ إلى آخر السورة ، قال : نعيت لرسول الله صلى الله عليه وسلم نفسه حين أنزلت ، فأخذ في أشد ما كان اجتهادا في أمر الآخرة ، وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم بعد ذلك : " جاء الفتح ، وجاء نصر الله ، وجاء أهل اليمن " . فقال رجل : يا رسول الله ، وما أهل اليمن ؟ قال : قوم رقيقة قلوبهم ، لينة قلوبهم ، الإيمان يمان ، والحكمة يمانية ، والفقه يمان

 

Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Mansur, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Mahbub, telah menceritakan kepada kami Abu Uwwanah, dari Hilal ibnu Khabbab, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ketika turun firman Allah subhanahu wa ta'ala: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (An-Nasr: 1) sampai akhir surat. Menurut Ibnu Abbas, ini merupakan berita tentang dekatnya masa kewafatan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam Sesudah itu beliau sallallahu alaihi wa sallam kelihatan lebih meningkatkan kesungguhannya dalam urusan akhirat. Dan sesudah itu Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Telah datang kemenangan dan telah datang pertolongan Allah, dan telah datang penduduk Yaman.” Maka seorang lelaki bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah penduduk Yaman itu?” Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam menjawab, "Mereka adalah kaum yang berhati lunak dan berwatak lemah lembut. Iman adalah Yaman, hikmah adalah Yaman, dan fiqih adalah Yaman.”

 

وقال البخاري : حدثنا عثمان بن أبي شيبة ، حدثنا جرير ، عن منصور ، عن أبي الضحى ، عن مسروق عن عائشة قالت : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يكثر أن يقول في ركوعه وسجوده : " سبحانك اللهم ربنا وبحمدك ، اللهم اغفر لي " يتأول القرآن

 

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Mansur, dari Abud Duha, dari Masruq, dari Aisyah yang mengatakan bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam dalam rukuk dan sujudnya memperbanyak bacaan: Mahasuci Engkau, ya Allah, Tuhan Kami; dan dengan memuji kepada Engkau, ya Allah, ampunilah aku. Nabi sallallahu alaihi wa sallam melakukan demikian sebagai pengamalannya terhadap makna surat ini.

 

وأخرجه بقية الجماعة إلا الترمذي من حديث منصور به

 

Dan Jamaah lainnya telah mengetengahkannya selain Imam Turmuzi melalui hadis Mansur dengan sanad yang sama.

 

وقال الإمام أحمد : حدثنا محمد بن أبي عدي ، عن داود ، عن الشعبي ، عن مسروق قال : قالت عائشة : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يكثر في آخر أمره من قول : " سبحان الله وبحمده ، أستغفر الله وأتوب إليه " . وقال : " إن ربي كان أخبرني أني سأرى علامة في أمتي ، وأمرني إذا رأيتها أن أسبح بحمده وأستغفره ، إنه كان توابا ، فقد رأيتها : ﴿ إذا جاء نصر الله والفتح ورأيت الناس يدخلون في دين الله أفواجا فسبح بحمد ربك واستغفره إنه كان توابا ﴾

 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abu Adiy, dari Daud, dari Asy-Sya'bi, dari Masruq yang mengatakan bahwa Aisyah telah mengatakan bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam di akhir usianya memperbanyak bacaan: Mahasuci Allah dan dengan memuji kepada-Nya, aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya. Dan beliau sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Tuhanku telah

memberitahuku bahwa aku akan melihat suatu tanda (dekatnya ajalku) di kalangan umatku, dan Dia memerintahkan kepadaku apabila telah melihatnya untuk (memperbanyak) bacaan tasbih, tahmid, dan istigfar kepada-Nya, sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat. Dan sesungguhnya aku telah melihatnya, yaitu melalu ifirman-Nya, "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat. (An-Nasr: 1-3)

 

ورواه مسلم من طريق داود - وهو ابن أبي هند به

 

Imam Muslim meriwayatkan melalui jalur Daud ibnu Abu Hindun dengan sanad yang sama.

 

وقال ابن جرير : حدثنا أبو السائب ، حدثنا حفص ، حدثنا عاصم ، عن الشعبي عن أم سلمة قالت : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم في آخر أمره لا يقوم ولا يقعد ، ولا يذهب ولا يجيء ، إلا قال : " سبحان الله وبحمده " . فقلت : يا رسول الله ، إنك تكثر من سبحان الله وبحمده ، لا تذهب ولا تجيء ، ولا تقوم ولا تقعد إلا قلت : سبحان الله وبحمده ؟ قال : " إني أمرت بها " ، فقال : ﴿ إذا جاء نصر الله والفتح ﴾ إلى آخر السورة

 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abus Sa'ib, telah menceritakan kepada kami Hafs, telah menceritakan kepada kami Asim, dari Asy-Sya'bi, dari Ummu Salamah yang mengatakan bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam di penghujung usianya, tidak sekali-kali beliau berdiri, duduk, pergi, dan datang melainkan membaca: Mahasuci Allah dan dengan memuji kepada-Nya. Maka aku bertanya, "Wahai Rasulullah, aku telah melihatmu memperbanyak bacaan tasbih dan tahmid kepada Allah, tidak sekali-kali engkau pergi, datang, berdiri, atau duduk melainkan engkau membaca, "Mahasuci Allah dan dengan memuji kepada-Nya." Maka beliau sallallahu alaihi wa sallam menjawab, bahwa sesungguhnya beliau diperintahkan untuk melakukannya, lalu beliau membaca firman-Nya: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (An-Nasr: 1), hingga akhir surat.

 

غريب ، وقد كتبنا حديث كفارة المجلس من جميع طرقه وألفاظه في جزء مفرد ، فيكتب هاهنا

 

Hadis ini berpredikat garib. Kami telah menulis hadis tentang kifarat majelis dengan berbagai macam jalur periwayatan dan lafaznya dalam suatu pembahasan yang terpisah, maka tidak perlu dikemukakan di sini.

 

وقال الإمام أحمد : حدثنا وكيع ، عن إسرائيل ، عن أبي إسحاق ، عن أبي عبيدة ، عن عبد الله قال : لما نزلت على رسول الله صلى الله عليه وسلم : ﴿ إذا جاء نصر الله والفتح ﴾ كان يكثر إذا قرأها - وركع - أن يقول : " سبحانك اللهم ربنا وبحمدك ، اللهم اغفر لي إنك أنت التواب الرحيم " ثلاثا

 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki', dari Israil, dari Abu Ishaq, dari Abu Ubaidah, dari Abdullah yang mengatakan bahwa ketika diturunkan kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam firman Allah subhanahu wa ta'ala yang mengatakan: Apabila telah datang per tolongan Allah dan kemenangan. (An-Nasr: 1), hingga akhir surat. Maka beliau memperbanyak bacaan berikut bila sedang rukuk, yaitu: Mahasuci Engkau, ya Allah, Tuhan kami;dan dengan memuji kepada Engkau, ya Tuhan kami, ampunilah daku; sesungguhnya Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Sebanyak tiga kali.

 

تفرد به أحمد . ورواه ابن أبي حاتم ، عن أبيه ، عن عمرو بن مرة ، عن شعبة ، عن أبي إسحاق به

 

Imam Ahmad meriwayatkan hadis mi secara munfarid. Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya dari ayahnya, dari Amr ibnu Murrah, dari Syu'bah, dari Abu Ishaq dengan sanad yang sama.

 

والمراد بالفتح هاهنا فتح مكة قولا واحدا ، فإن أحياء العرب كانت تتلوم بإسلامها فتح مكة يقولون : إن ظهر على قومه فهو نبي . فلما فتح الله عليه مكة دخلوا في دين الله أفواجا ، فلم تمض سنتان حتى استوسقت جزيرة العرب إيمانا ، ولم يبق في سائر قبائل العرب إلا مظهر للإسلام ، ولله الحمد والمنة 

 

Yang dimaksud dengan al-fath di sini ialah kemenangan atas kota Mekah, menurut kesepakatan semuanya. Karena sesungguhnya kabilah-kabilah Arab pada mulanya menggantungkan keislaman mereka dengan kemenangan atas kota Mekah. Mereka mengatakan, "Jika dia (Nabi sallallahu alaihi wa sallam) beroleh kemenangan atas kaumnya, berarti dia benar seorang nabi." Dan ketika Allah subhanahu wa ta'ala memenangkannya atas kota Mekah, maka masuklah mereka ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong. Belum lagi berlalu masa dua tahun, seluruh penduduk Jazirah Arabia telah beriman, dan tiada suatu kabilah Arabpun melainkan mereka menampakkan keislamannya. Segala puji dan harapan hanyalah dipanjatkan bagi Allah subhanahu wa ta'ala

 

وقد روى البخاري في صحيحه عن عمرو بن سلمة قال : لما كان الفتح بادر كل قوم بإسلامهم إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم ، وكانت الأحياء تتلوم بإسلامها فتح مكة يقولون : دعوه وقومه ، فإن ظهر عليهم فهو نبي . الحديث وقد حررنا غزوة الفتح في كتابنا : السيرة ، فمن أراد فليراجعه هناك ، ولله الحمد والمنة

 

Imam Bukhari di dalam kitab sahihnya telah meriwayatkan dari Amr ibnu Salamah, bahwa ketika kemenangan atas kota Mekah diraih oleh kaum muslim, maka semua kaum berlomba-lomba menyatakan keislamannya kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam Dan sebelumnya semua kaum menggantungkan keislaman mereka dengan kemenangan atas kota Mekah. Mereka mengatakan, "Biarkanlah dia dan kaumnya; jika dia dapat menang atas mereka, berarti dia adalah seorang nabi yang baru." Kami telah menulis kisah tentang perang kemenangan atas kota Mekah di dalam kitab kami yang berjudul As-Sirah. Untuk itu bagi siapa yang ingin memperoleh keterangan yang lebih detail, hendaklah ia merujuk kepada kitab tersebut; segala puji bagi Allah atas karunia-Nya.

 

وقال الإمام أحمد : حدثنا معاوية بن عمرو ، حدثنا أبو إسحاق ، عن الأوزاعي ، حدثني أبو عمار ، حدثني جار لجابر بن عبد الله قال : قدمت من سفر فجاءني جابر بن عبد الله فسلم علي ، فجعلت أحدثه عن افتراق الناس وما أحدثوا ، فجعل جابر يبكي ، ثم قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : إن الناس دخلوا في دين الله أفواجا ، وسيخرجون منه أفواجا

 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah ibnu Amr, telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq, dari Al-Auza'i, telah menceritakan kepadaku Abu Ammar, telah menceritakan kepadaku seorang tetangga, dari Jabir ibnu Abdullah. Dia menceritakan bahwa ketika ia baru datang dari suatu perjalanan, tiba-tiba Jabir ibnu Abdullah datang berkunjung ke rumahnya. Jabir mengucapkan salam kepadanya, kemudian aku ceritakan kepadanya tentang terpecah belahnya manusia dan hal ikhwal kebid'ahan yang mereka buat-buat. Maka Jabir saat itu juga menangis. Kemudian Jabir r.a. berkata bahwa dirinya pernah mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya manusia masuk ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong, dan kelak mereka akan keluar darinya secara berbondong-bondong (pula).

 

 

آخر تفسير سورة ﴿ إذا جاء نصر الله والفتح ﴾ ولله الحمد والمنة