Sabtu, 01 Mei 2021

002. Tafsir Ibnu Katsir : Surat Al-Baqarah - Ayat 13

 

﴿ وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ ءَامِنُوا كَمَا ءَامَنَ ٱلنَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَا ءَامَنَ ٱلسُّفَهَاءُ أَلاَ إِنَّهُمْ هُمُ ٱلسُّفَهَاءُ وَلَٰكِن لاَّ يَعْلَمُونَ ﴾

Dan ketika dikatakan kepada mereka, "Berimankah kamu sebagaimana orang- orang lain yang telah beriman." Mereka menjawab, "Akankah kami beriman sebagaimana orang- orang yang bodoh itu?" Ingatlah, sesungguhnya mereka adalah orang- orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu.


يقول [ الله ] تعالى : وإذا قيل للمنافقين : ( آمنوا كما آمن الناس ) أي : كإيمان الناس بالله وملائكته وكتبه ورسله والبعث بعد الموت والجنة والنار وغير ذلك ، مما أخبر المؤمنين به وعنه ، وأطيعوا الله ورسوله في امتثال الأوامر وترك الزواجر ( قالوا أنؤمن كما آمن السفهاء ) يعنون - لعنهم الله - أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم ، رضي الله عنهم ، قاله أبو العالية والسدي في تفسيره ، بسنده عن ابن عباس وابن مسعود وغير واحد من الصحابة ، وبه يقول الربيع بن أنس ، وعبد الرحمن بن زيد بن أسلم وغيرهم ، يقولون : أنصير نحن وهؤلاء بمنزلة واحدة وعلى طريقة واحدة وهم سفهاء ! !

Allah berfirman: ketika dikatakan kepada orang-orang munafik : "آمنوا كما آمن الناس" maksudnya: Sebagaimana manusia beriman kepada Allah, para malaikatnya, kitab-kitabnya, rasul-rasulnya, hari kebangkitan (kiamat) sesudah  mati, surga dan neraka serta yang lainnya, yang telah diberitakan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman, Taatlah kalian kepada Allah dan Rasulnya dalam mengerjakan semua perintah dan meninggalkan semua larangan "قالوا أنؤمن كما آمن السفهاء" Yang mereka maksudkan dengan orang-orang yang bodoh adalah para sahabat Rasul, semoga laknat Allah atas orang-orang munafik. Demikian menurut Abul Aliyah dan As-Saddi di dalam kitab Tafsirnya berikut sanadnya dari Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud serta sejumlah sahabat Rasulullah, Hal yang sama dikatakan pula oleh Ar-Rabi' ibnu Anas. dan menurut Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam dan lain-lainnya, makna ayat adalah, Apakah kami dan mereka sama derajat dan jalannya, sedangkan mereka adalah orang-orang yang bodoh?

والسفهاء : جمع سفيه ، كما أن الحكماء جمع حكيم [ والحلماء جمع حليم ] والسفيه : هو الجاهل الضعيف الرأي القليل المعرفة بمواضع المصالح والمضار ؛ ولهذا سمى الله النساء والصبيان سفهاء ، في قوله تعالى : ( ولا تؤتوا السفهاء أموالكم التي جعل الله لكم قياما ) [ النساء : ٥ ] قال عامة علماء السلف : هم النساء والصبيان .

As-sufahā (orang-orang bodoh) adalah bentuk jamak dari lafaz safīhun (bodoh), sama halnya dengan lafaz hukama, bentuk tunggalnya adalah hakīmun (bijaksana) dan hulama yang bentuk tunggalnya adalah halīmun (sabar). dan lafaz As-safīh artinya orang yang bodoh, lemah pendapatnya, dan sedikit pengetahuannya tentang hal yang bermaslahat dan yang mudarat, Itulah mengapa Allah menyebut wanita dan anak kecil itu bodoh "ولا تؤتوا السفهاء أموالكم التي جعل الله لكم قياما" sebagaimana pengertian yang terkandung di dalam firmannya surat An-Nisa ayat 5: Dan janganlah kalian menyerahkan kepada orang-orang bodoh, harta (mereka yang ada dalam kekuasaan kalian) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Menurut kebanyakan ulama, yang dimaksud dengan sufahā dalam ayat ini ialah kaum wanita dan anak-anak. 


وقد تولى الله ، سبحانه ، جوابهم في هذه المواطن كلها ، فقال ( ألا إنهم هم السفهاء ) فأكد وحصر السفاهة فيهم .

Kemudian Allah membantah semua yang mereka tuduhkan itu melalui firman selanjutnya, "ألا إنهم هم السفهاء" Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang bodoh. Allah membalikkan tuduhan mereka, sesungguhnya yang bodoh itu hanyalah mereka sendiri.

( ولكن لا يعلمون ) يعني : ومن تمام جهلهم أنهم لا يعلمون بحالهم في الضلالة والجهل ، وذلك أردى لهم وأبلغ في العمى ، والبعد عن الهدى .

Pada firman selanjutnya disebutkan, "ولكن لا يعلمون" Dengan kata lain, kebodohan mereka sangat keterlaluan hingga tidak menyadari kebodohannya sendiri, bahwa sebenarnya keadaan mereka dalam kesesatan dan kebodohan. Demikian itu lebih kuat untuk menggambarkan kebutaan mereka dan kejauhan mereka dari hidayah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar