Minggu, 02 Mei 2021

002. Tafsir Ibnu Katsir : Surat Al-Baqarah - Ayat 14

 

﴿ وَإِذَا لَقُوا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا قَالُوا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَٰطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُونَ ﴾

“Dan ketika mereka bertemu dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami adalah orang yang beriman”. Dan bila mereka kembali kepada setan-setan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami bersama-sama dengan kamu, kami hanya orang yang menghina .”


يقول [ الله ] تعالى : وإذا لقي هؤلاء المنافقون المؤمنين قالوا : ( آمنا ) أي : أظهروا لهم الإيمان والموالاة والمصافاة ، غرورا منهم للمؤمنين ونفاقا ومصانعة وتقية ، وليشركوهم فيما أصابوا من خير ومغنم ، ( وإذا خلوا إلى شياطينهم ) يعني : وإذا انصرفوا وذهبوا وخلصوا إلى شياطينهم . فضمن ( خلوا ) معنى انصرفوا ؛ لتعديته ب " إلى " ، ليدل على الفعل المضمر والفعل الملفوظ به . ومنهم من قال : " إلى " هنا بمعنى " مع " ، والأول أحسن ، وعليه يدور كلام ابن جرير .

Dalam firman Allah tersebut: maksudnya adalah jika orang-orang munafik itu bertemu orang-orang yang beriman, mereka berkata, “Kami adalah orang yang beriman” mereka menampakkan keimanan, kasih sayang dan keakraban sebagai tipuan bagi orang-orang beriman, dan sebagai kemunafikan, kepura-puraan, serta ketaqwaan agar mereka mendapatkan kebaikan dan pembagian harta rampasan perang. "وإذا خلوا إلى شياطينهم" maksudnya adalah jika mereka kembali dan bergabung dengan setan-setan (para pemimpin) mereka. Lafaz "خلوا" mengandung makna kembali, karena ia muta’addi dengan huruf ‘ilaa’ untuk menunjukkan kata kata kerja yang tersembunyi (samar) dan yang jelas disebutkan. Dan sebagian dari mereka berkata: “إل“ (pada) di sini maksudnya “مع” (Bersama), dan yang pertama lebih baik, dan atas dasar itu perkataan Ibn Jarir mengarahkannya.


وقال السدي عن أبي مالك : ( خلوا ) يعني : مضوا ، و ( شياطينهم ) يعني : سادتهم وكبراءهم ورؤساءهم من أحبار اليهود ورءوس المشركين والمنافقين .

As-Suddi menceritakan dari Abu Malik bahwa lafaz "خلوا" berarti pergi, dan lafaz "شياطينهم" berarti orang-orang terhormat, para pembesar dan pemimpin mereka, dari pada pendeta orang-orang Yahudi dan para pemuka orang-orang musyrik dan munafik.


قال السدي في تفسيره ، عن أبي مالك وعن أبي صالح ، عن ابن عباس ، وعن مرة عن ابن مسعود ، عن ناس من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم : ( وإذا خلوا إلى شياطينهم ) يعني : هم رءوسهم من الكفر .

As-Saddi di dalam kitab Tafsirnya mengatakan dari Abu Malik dan dari Abu Saleh, dari Ibnu Abbas, juga dari Murrah Al-Hamdani, dari Ibnu Mas'ud serta dari sejumlah sahabat Rasulullah, bahwa yang dimaksud dengan setan-setan mereka dalam firman Allah: "وإذا خلوا إلى شياطينهم" ialah para pemimpin kekufuran mereka.


وقال الضحاك عن ابن عباس : وإذا خلوا إلى أصحابهم ، وهم شياطينهم .

Ad-Dahhak mengatakan dari Ibnu Abbas, bahwa makna ayat ialah, apabila mereka kembali kepada teman-temannya. Teman-teman mereka disebut setan-setan mereka. 


وقال محمد بن إسحاق ، عن محمد بن أبي محمد ، عن عكرمة أو سعيد بن جبير ، عن ابن عباس : ( وإذا خلوا إلى شياطينهم ) من يهود ، الذين يأمرونهم بالتكذيب وخلاف ما جاء به الرسول .

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan dari Muhammad ibnu Abi Muhammad, dari Ikrimah atau Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas mengenai firman Allah "وإذا خلوا إلى شياطينهم"  yakni yang terdiri atas kalangan orang-orang  Yahudi, yaitu mereka yang memerintahkannya untuk berdusta dan menentang apa yang dibawa oleh Rasulullah. 


وقال مجاهد : ( وإذا خلوا إلى شياطينهم ) إلى أصحابهم من المنافقين والمشركين .

Mujahid mengatakan bahwa Lafadz "وإذا خلوا إلى شياطينهم" ialah teman-teman mereka dari kalangan orang-orang munafik dan orang- orang musyrik.


وقال قتادة : ( وإذا خلوا إلى شياطينهم ) قال : إلى رءوسهم ، وقادتهم في الشرك ، والشر .

Qatadah mengatakan, yang dimaksud dengan syaitan-syaitan mereka, ialah para pemimpin dan para panglima mereka dalam kemusyrikan dan kejahatan.  


وبنحو ذلك فسره أبو مالك ، وأبو العالية والسدي ، والربيع بن أنس .

Hal yang semisal dikatakan pula oleh Abu Malik, Abu Aliyah, As-Saddi, dan Ar-Rabi' ibnu Anas. 


قال ابن جرير : وشياطين كل شيء مردته ، وتكون الشياطين من الإنس والجن ، كما قال تعالى : ( وكذلك جعلنا لكل نبي عدوا شياطين الإنس والجن يوحي بعضهم إلى بعض زخرف القول غرورا ) [ الأنعام : ١١٢ ] .

Ibnu Jarir mengatakan bahwa yang maksud syaitan-syaitan adalah segala sesuatu yang membangkang. Adakalanya setan itu terdiri atas kalangan manusia dan jin, sebagaimana dinyatakan di dalam firman Allah [surat Al-An'am : 112] : "وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيْنَ الْاِنْسِ وَالْجِنِّ يُوْحِيْ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا" Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap- tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). 

 وفي المسند عن أبي ذر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : نعوذ بالله من شياطين الإنس والجن . فقلت : يا رسول الله ، وللإنس شياطين ؟ قال : نعم .

Di dalam kitab Musnad hadits dari Abu Dzar, disebutkan bahwa Rasulullah pernah bersabda: Kami berlindung kepada Allah dari setan golongan manusia dan golongan jin. kemudian Aku bertanya, Wahai Rasulullah, apakah manusia itu ada yang menjadi setan? Nabi menjawab, Ya. 


وقوله تعالى : ( قالوا إنا معكم ) قال محمد بن إسحاق ، عن محمد بن أبي محمد ، عن عكرمة ، أو سعيد بن جبير ، عن ابن عباس : أي : إنا على مثل ما أنتم عليه ( إنما نحن مستهزئون ) أي : إنما نحن نستهزئ بالقوم ونلعب بهم .

Pada firman Allah : "قَالُوْٓا اِنَّا مَعَكُمْ" Menurut Muhammad ibnu Ishaq, dari Muhammad ibnu Abi Muhammad, dari Ikrimah atau Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, disebutkan bahwa maknanya ialah sesungguhnya kami sama dengan kalian. "اِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُوْنَ" maksudnya sesungguhnya kami hanya mengejek mereka dan mempermainkan mereka.


وقال الضحاك ، عن ابن عباس : قالوا إنما نحن مستهزئون ساخرون بأصحاب محمد صلى الله عليه وسلم .

Ad-Dahhak mengatakan dari Ibnu Abbas: Mereka mengatakan, Sesungguhnya kami hanya mengolok-olok dan mengejek teman-teman Muhammad.  


وكذلك قال الربيع بن أنس ، وقتادة .

Hal yang sama dikatakan pula oleh Ar-Rabi' ibnu Anas dan Qatadah. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar