Rabu, 12 Mei 2021

106. Tafsir Ibnu Katsir : Surat Quraisy

تفسير سورة قريش 

وهي مكية


 

ذكر حديث غريب في فضلها : قال البيهقي في كتاب "الخلافيات" : حدثنا أبو عبد الله الحافظ ، حدثنا بكر بن محمد بن حمدان الصيرفي بمرو ، حدثنا أحمد بن عبيد الله المدينى ، حدثنا يعقوب بن محمد الزهري ، حدثنا إبراهيم بن محمد بن ثابت بن شرحبيل ، حدثني عثمان بن عبد الله [ بن ] أبي عتيق ، عن سعيد بن عمرو بن جعدة بن هبيرة ، عن أبيه ، عن جدته أم هانئ بنت أبي طالب ; أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : " فضل الله قريشا بسبع خلال : أني منهم وأن النبوة فيهم ، والحجابة والسقاية فيهم ، وأن الله نصرهم على الفيل ، وأنهم عبدوا الله عز وجل عشر سنين لا يعبده غيرهم ، وأن الله أنزل فيهم سورة من القرآن "ثم تلاها رسول الله : بسم الله الرحمن الرحيم " لإيلاف قريش إيلافهم رحلة الشتاء والصيف فليعبدوا رب هذا البيت الذي أطعمهم من جوع وآمنهم من خوف".

 
Disebutkan sebuah hadits Ghorib didalam keutamaannya : Al-Baihaqi mengatakan dalam kitabnya "الخلافيات". telah menceritakan pada kami Abu Abdullah Al-Hafiz, menceritakan pada kami Bakr bin Muhammad bin Hamdan As-Shoyrofi di Marwa, Ahmad bin Ubaidillah Al-Madaini, telah menceritakan pada kami Ya`qub bin Muhammad Al-Zuhri, telah menceritakan pada kami Ibrahim bin Muhammad bin Tsabit bin Shurhabeel, telah menceritakan padaku Utsman bin Abdillah bin Abi Atiq, dari Sa'id bin Amer bin Ja'dah bin Hubairah, dari ayahnya, dari neneknya yaitu Ummu Hani putrinya Abi Thalib,Bahwa Rasulullah bersabda: Allah memberi keutamaan orang Quraisy dengan tujuh masa, bahwa sesungguhnya aku salah satu dari mereka dan kenabian di antara mereka, tabir dan pemberi minum di antara mereka, dan bahwa Allah menolong mereka atas serangan gajah, dan bahwa mereka hambanya Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung selama sepuluh tahun sehingga tidak menyembah padanya selain mereka, dan bahwa Allah menurunkan didalam mereka surat dari Al-Qur'an.” Kemudian Rasulullah membacakannya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang "Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah), Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan rasa lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan". 
 

هذه السورة مفصولة عن التي قبلها في المصحف الإمام ، كتبوا بينهما سطر بسم الله الرحمن الرحيم ، وإن كانت متعلقة بما قبلها . كما صرح بذلك محمد بن إسحاق وعبد الرحمن بن زيد بن أسلم ; لأن المعنى عندهما : حبسنا عن مكة الفيل وأهلكنا أهله ( لإيلاف قريش ) أي : لائتلافهم واجتماعهم في بلدهم آمنين .

 
Surat ini menurut Mushaf Induk terpisah dari surat yang sebelumnya, mereka menuliskan di antara keduanya baris pemisah, yaitu Bismillahir Rahmanir Rahim, sekalipun bila dipandang dari segi maknanya dengan surat yang sebelumnya mempunyai kaitan yang erat. Hal ini dijelaskan oleh Muhammad ibnu Ishaq dan Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam. Dengan alasan karena makna yang dimaksud ialah Kami menahan pasukan bergajah dari Mekah dan Kami binasakan pula para pemiliknya, demi kebiasaan orang-orang Quraisy. Yakni untuk memelihara kelestarian kebiasaan dan terhimpunnya mereka di negerinya dalam keadaan aman.
 
 

وقيل : المراد بذلك ما كانوا يألفونه من الرحلة في الشتاء إلى اليمن ، وفي الصيف إلى الشام في المتاجر وغير ذلك ، ثم يرجعون إلى بلدهم آمنين في أسفارهم ; لعظمتهم عند الناس ، لكونهم سكان حرم الله ، فمن عرفهم احترمهم ، بل من صوفي إليهم وسار معهم أمن بهم . هذا حالهم في أسفارهم ورحلتهم في شتائهم وصيفهم . وأما في حال إقامتهم في البلد ، فكما قال الله : ( أولم يروا أنا جعلنا حرما آمنا ويتخطف الناس من حولهم ) [ العنكبوت : ٦٧ ] ولهذا قال : ( لإيلاف قريش إيلافهم ) بدل من الأول ومفسر ولهذا قال : ( إيلافهم رحلة الشتاء والصيف ).

 
Menurut pendapat yang lain, makna yang dimaksud dengan Ilaf ialah tradisi mereka dalam melakukan perjalanan di musim dingin ke negeri Yaman dan di musim panas ke negeri Syam untuk tujuan berniaga dan lain-lainnya. Kemudian mereka kembali ke negerinya dalam keadaan aman tanpa ada gangguan di perjalanan mereka. Demikian itu karena mereka dihormati dan disegani oleh orang lain, mengingat mereka adalah penduduk kota suci Allah. Maka siapa yang mengenal mereka, pasti menghormati mereka. Bahkan barang siapa yang dipilih oleh mereka untuk menjadi teman perjalanan mereka, maka ia ikut aman berkat keberadaan mereka. Demikianlah keadaan mereka dalam perjalanan dan misi mereka di musim dingin dan musim panas. Adapun mengenai keadaan mereka bila menetap di kota mereka, maka sebagaimana Allah berfirman : "Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedangkan manusia sekitarnya rampok-merampok." (Al-'Ankabut: 67) dan karena ini Allah berfirman :  "Karena kebiasaan orang-orang Quraisy." (Quraisy: 1-2) Ilaf yang kedua menjadi pengganti dan tafsir dari yang pertama, dan karena inilah Allah yang maha luhur berfirman : "(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas." (Quraisy: 2).
 

وقال ابن جرير : الصواب أن " اللام " لام التعجب ، كأنه يقول : اعجبوا لإيلاف قريش ونعمتي عليهم في ذلك . قال : وذلك لإجماع المسلمين على أنهما سورتان منفصلتان مستقلتان.

 
Ibnu Jarir mengatakan bahwa yang benar ialah bahwa huruf "Lam" dalam permulaan ayat surat ini menunjukkan makna Ta'ajjub, seakan-akan disebutkan bahwa kagumlah kamu kepada kebiasaan orang-orang Quraisy dan nikmatku yang telah Aku limpahkan kepada mereka dalam hal tersebut.  Ibnu Jarir mengatakan bahwa menurut kesepakatan kaum muslim, kedua surat ini merupakan surat yang masing-masing berdiri sendiri dan terpisah dari yang lainnya.

ثم أرشدهم إلى شكر هذه النعمة العظيمة فقال : ( فليعبدوا رب هذا البيت ) أي : فليوحدوه بالعبادة ، كما جعل لهم حرما آمنا وبيتا محرما ، كما قال تعالى : ( إنما أمرت أن أعبد رب هذه البلدة الذي حرمها وله كل شيء وأمرت أن أكون من المسلمين ) [ النمل : ٩١ ].

 
Kemudian Allah memberi mereka petunjuk untuk bersyukur atas semua hikmat yang besar ini, melalui firman Allah : "Maka hendaklah mereka menyembah pada Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah)" (Quraisy: 3). Yakni hendaklah mereka mengesakan Allah dalam menyembah, sebagaimana Dia telah menjadikan bagi mereka kota yang suci lagi aman dan Ka'bah yang disucikan. sebagaimana Allah berfirman dalam ayat yang lain : "Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan baginyalah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (An-Naml: 91).

وقوله : ( الذي أطعمهم من جوع ) أي : هو رب البيت ، وهو " الذي أطعمهم من جوع وآمنهم من خوف " أي : تفضل عليهم بالأمن والرخص فليفردوه بالعبادة وحده لا شريك له ، ولا يعبدوا من دونه صنما ولا ندا ولا وثنا . ولهذا من استجاب لهذا الأمر جمع الله له بين أمن الدنيا وأمن الآخرة ، ومن عصاه سلبهما منه ، كما قال تعالى : ( وضرب الله مثلا قرية كانت آمنة مطمئنة يأتيها رزقها رغدا من كل مكان فكفرت بأنعم الله فأذاقها الله لباس الجوع والخوف بما كانوا يصنعون ولقد جاءهم رسول منهم فكذبوه فأخذهم العذاب وهم ظالمون ) [ النحل : ١١٢-١١٣ ].

 
Dan Allah berfirman : "Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan rasa lapar". (Quraisy: 4) Yaitu Dia adalah Tuhan Pemilik Ka'bah ini, Dialah yang memberi mereka makan agar tidak lapar.  "dan memberi rasa aman pada mereka dari rasa takut. (Quraisy: 4), maksudnya : Allah telah memberikan keutamaan pada keamanan dan banyak kemudahan pada mereka, maka hendaklah mereka menyembahnya dengan cara mengesakannya semata, tidak ada persamaan bagi Allah. Dan janganlah mereka menyembahnya dengan yang lainnya, baik berhala maupun patung atau lain-lainnya yang mereka persekutukan dengannya. Dan karena inilah barang siapa yang memenuhi perintah ini, maka Allah menghimpunkan baginya keamanan di dunia dan keamanan di akhirat nanti; dan barang siapa yang menentangnya, maka Allah SWT. mencabut keduanya dari dia. Sebagaimana firman Allah: "Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (gambaran) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya dengan melimpah ruah dari segala tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itulah Allah merasakan kepada mereka bahawa kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka, tetapi mereka mendustakannya; karena itulah mereka disiksa dan mereka adalah orang-orang yang dzalim". (An-Nahl: 112-113).
 

وقد قال ابن أبي حاتم : حدثنا عبد الله بن عمرو العدني ، حدثنا قبيصة ، حدثنا سفيان ، عن ليث ، عن شهر بن حوشب ، عن أسماء بنت يزيد قالت : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : " ويل لكم قريش ، لإيلاف قريش ".

 
Ibnu Abu Hatim berkata : telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Amr Al-Adany, telah menceritakan kepada kami Qubaisah, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Lais, dari Syahr ibnu Hausyab, dari Asma binti Yazid yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW. bersabda : Celakalah (neraka wail) kalian kaum Quraisy, karena karena kebiasaannya orang-orang Quraisy.
 

ثم قال : حدثنا أبي ، حدثنا المؤمل بن الفضل الحراني ، حدثنا عيسى - يعني ابن يونس - ، عن عبيد الله بن أبي زياد ، عن شهر بن حوشب ، عن أسامة بن زيد قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : {لإيلاف قريش إيلافهم رحلة الشتاء والصيف}  ويحكم يا معشر قريش ، اعبدوا رب هذا البيت الذي أطعمكم من جوع وآمنكم من خوف .

 
Kemudian Ibnu Abu Hatim berkata : telah menceritakan kepada ku ayahku, telah menceritakan kepada kami Al-Muammal ibnul Fadl Al-Harrani, telah menceritakan kepada kami Isa ibnu Yunus, dari Abdullah ibnu Abu Ziyad, dari Syahr ibnu Hausyab, dari Usamah ibnu Zaid yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW. pernah bersabda : "Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas". Dan hakimilah (celakalah) kalian, wahai golongan orang-orang Quraisy, sembahlah oleh kalian Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah) yang telah memberi kalian makan dari kelaparan dan memberi kalian keamanan dari rasa takut.
 

هكذا رأيته عن أسامة بن زيد ، وصوابه عن أسماء بنت يزيد بن السكن ، أم سلمة الأنصارية ، رضي الله عنها ، فلعله وقع غلط في النسخة أو في أصل الرواية ، والله أعلم .

 
Demikianlah yang telah kusaksikan dari hadisnya Usamah ibnu Zaid. sebenarnya dari Asma binti Yazid ibnus Sakan yaitu Ummu Salamah Al-Ansariyyah R.A. Maka barangkali terjadi salah penyalinan dari asal riwayatnya; Dan hanya Allahlah lebih Mengetahui.
 

 

آخر تفسير سورة لإيلاف قريش
ولله الحمد والمنة

 
 
 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar