﴿ وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لاَ تُفْسِدُوا فِى اْلأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ ﴾
“Dan ketika dikatakan kepada mereka janganlah membuat kerusakan di muka bumi, Mereka menjawab Sesungguhnya kami orang-orang yang berbuat baik.”
قال السدي في تفسيره ، عن أبي مالك وعن أبي صالح ، عن ابن عباس ، وعن مرة الطيب الهمداني ، عن ابن مسعود ، وعن أناس من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( وإذا قيل لهم لا تفسدوا في الأرض قالوا إنما نحن مصلحون ) أما لا تفسدوا في الأرض ، قال : الفساد هو الكفر ، والعمل بالمعصية .
Dalam tafsirnya, As-Suddi menceritakan dari Abu Malik dan dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas, dari Murah Ath-Thalib Al-Hamdani, dari Ibnu Mas’ud, dari beberapa sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai firman Allah "وإذا قيل لهم لا تفسدوا في الأرض قالوا إنما نحن مصلحون". Ia mengatakan: “Mereka itu adalah orang-orang munafik. Sedangkan kerusakan yang dimaksud adalah kekufuran dan kemaksiatan.”
وقال أبو جعفر ، عن الربيع بن أنس ، عن أبي العالية ، في قوله تعالى : ( وإذا قيل لهم لا تفسدوا في الأرض ) قال : يعني : لا تعصوا في الأرض ، وكان فسادهم ذلك معصية الله ؛ لأنه من عصى الله في الأرض أو أمر بمعصية الله فقد أفسد في الأرض ؛ لأن صلاح الأرض والسماء بالطاعة .
Mengenai ayat ini, Abu Ja’far menceritakan dari Ar-Rabi’ bin Anas, dari Abu Al-‘Aliyah, didalam firman Allah “وإذا قيل لهم لا تفسدوا في الأرض" ia mengatakan yang dimaksud adalah jangan berbuat maksiat di muka bumi, dan kerusakan yang dimaksud adalah berbuat maksiat kepada Allah, karena barangsiapa yang berbuat maksiat kepada Allah atau memerintahkan orang lain untuk bermaksiat, maka ia telah berbuat kerusakan di bumi, karena kemaslahatan langit dan bumi ini terletak pada ketaatan.”
وهكذا قال الربيع بن أنس ، وقتادة .
Hal yang sama juga dikatakan oleh Ar-Rabi’ bin Anas dan Qatadah
وقال ابن جريج ، عن مجاهد : ( وإذا قيل لهم لا تفسدوا في الأرض ) قال : إذا ركبوا معصية الله ، فقيل لهم : لا تفعلوا كذا وكذا ، قالوا : إنما نحن على الهدى ، مصلحون .
Ibnu Juraij mengatakan dari Mujahid, firman Allah “وإذا قيل لهم لا تفسدوا في الأرض" ketika Mereka sedang berbuat maksiat kepada Allah, lalu dikatakan kepada mereka, Janganlah kalian berbuat ini dan itu. Maka mereka pun menjawab Sesungguhnya kami berada pada jalan hidayah dan kami pun orang yang berbuat baik.”
وقد قال وكيع ، وعيسى بن يونس ، وعثام بن علي ، عن الأعمش ، عن المنهال بن عمرو ، عن عباد بن عبد الله الأسدي ، عن سلمان الفارسي : ( وإذا قيل لهم لا تفسدوا في الأرض قالوا إنما نحن مصلحون ) قال سلمان : لم يجئ أهل هذه الآية بعد .
Waki', Isa ibnu Yunus, dan Assam ibnu Ali mengatakan dari Al-A'masy, dari Minhal ibnu Amr ibnu Abbad ibnu Abdullah Al-Asadi, dari Salman Al-Farisi, sehubungan dengan, firman Allah "وإذا قيل لهم لا تفسدوا في الأرض قالوا إنما نحن مصلحون" Menurut Salman Al-Farisi, orang-orang yang dimaksud oleh ayat ini masih belum ada (di masanya).
وقال ابن جرير : حدثني أحمد بن عثمان بن حكيم ، حدثنا عبد الرحمن بن شريك ، حدثني أبي ، عن الأعمش ، عن زيد بن وهب وغيره ، عن سلمان ، في هذه الآية ، قال : ما جاء هؤلاء بعد .
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ahmad ibnu Usman ibnu Hakim, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Syarik, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Al-A'masy, dari Zaid ibnu Wahb dan lain-lainnya, dari Salman Al-Farisi sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa mereka masih belum ada.
قال ابن جرير : يحتمل أن سلمان أراد بهذا أن الذين يأتون بهذه الصفة أعظم فسادا من الذين كانوا في زمان النبي صلى الله عليه وسلم ، لا أنه عنى أنه لم يمض ممن تلك صفته أحد .
Ibnu Jarir mengatakan, barangkali Salman r.a. bermaksud bahwa orang-orang yang memiliki sifat-sifat yang disebut dalam ayat ini melakukan kerusakan yang jauh lebih besar daripada mereka yang memiliki sifat yang sama di zaman Nabi Saw. Makna yang dikemukakannya bukan berarti bahwa orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut masih belum ada.
قال ابن جرير : فأهل النفاق مفسدون في الأرض بمعصيتهم فيها ربهم ، وركوبهم فيها ما نهاهم عن ركوبه ، وتضييعهم فرائضه ، وشكهم في دينه الذي لا يقبل من أحد عمل إلا بالتصديق به والإيقان بحقيقته ، وكذبهم المؤمنين بدعواهم غير ما هم عليه مقيمون من الشك والريب ، ومظاهرتهم أهل التكذيب بالله وكتبه ورسله على أولياء الله ، إذا وجدوا إلى ذلك سبيلا . فذلك إفساد المنافقين في الأرض ، وهم يحسبون أنهم بفعلهم ذلك مصلحون فيها .
Ibnu Jarir mengatakan, dengan demikian orang-orang munafik itu berbuat kerusakan di muka bumi ini, dengan bermaksiat kepada Allah melanggar larangannya serta mengabaikan kewajiban yang dilimpahkan kepadanya. Mereka ragu terhadap agama Allah di mana seseorang tidak diterima amalnya kecuali dengan membenarkannya dan meyakini hakikatnya. Mereka juga mendustai orang-orang mukmin melalui pengakuan kosong mereka, padahal keyakinan mereka dipenuhi oleh kebimbangan dan keraguan. Serta dukungan dan bantuan mereka terhadap orang-orang yang mendustakan Allah, kitab-kitab dan rasul-rasulnya atas para kekasihnya Allah jika mereka mendapatkan jalan untuk itu. Demikian itulah kerusakan yang dilakukan oleh orang-orang munafik di muka bumi ini, sementara mereka mengira telah mengadakan perbaikan.
وهذا الذي قاله حسن ، فإن من الفساد في الأرض اتخاذ المؤمنين الكافرين أولياء ، كما قال تعالى : ( والذين كفروا بعضهم أولياء بعض إلا تفعلوه تكن فتنة في الأرض وفساد كبير ) [ الأنفال : ٧٣ ] فقطع الله الموالاة بين المؤمنين والكافرين كما قال : ( يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا الكافرين أولياء من دون المؤمنين أتريدون أن تجعلوا لله عليكم سلطانا مبينا ) [ النساء : ١٤٤ ] ثم قال : ( إن المنافقين في الدرك الأسفل من النار ولن تجد لهم نصيرا ) [ النساء : ١٤٥ ] فالمنافق لما كان ظاهره الإيمان اشتبه أمره على المؤمنين ، فكأن الفساد من جهة المنافق حاصل ؛ لأنه هو الذي غر المؤمنين بقوله الذي لا حقيقة له ، ووالى الكافرين على المؤمنين ، ولو أنه استمر على حالته الأولى لكان شره أخف ، ولو أخلص العمل لله وتطابق قوله وعمله لأفلح وأنجح ؛ ولهذا قال تعالى : ( وإذا قيل لهم لا تفسدوا في الأرض قالوا إنما نحن مصلحون ) أي : نريد أن نداري الفريقين من المؤمنين والكافرين ، ونصطلح مع هؤلاء وهؤلاء ، كما قال محمد بن إسحاق ، عن محمد بن أبي محمد ، عن عكرمة أو سعيد بن جبير ، عن ابن عباس : ( وإذا قيل لهم لا تفسدوا في الأرض قالوا إنما نحن مصلحون ) أي : إنما نريد الإصلاح بين الفريقين من المؤمنين وأهل الكتاب .
Al-Hasan Al-Bashri mengatakan, di antara bentuk kerusakan yang dilakukan di muka bumi ini adalah mengangkat orang kafir sebagai kekasih (pemimpin atau pelindung), sebagaimana yang difirmankan Allah "والذين كفروا بعضهم أولياء بعض إلا تفعلوه تكن فتنة في الأرض وفساد كبير" dalam Surah Al-Anfal ayat 73 yang artinya: “Adapun orang-orang kafir, sebagian mereka menjadi kekasih sebagian yang lain. Jika kalian (kaum muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” Dengan demikian Allah Ta’ala telah memutuskan hubungan di antara kaum muslimin dengan orang-orang kafir, sebagaimana firman Allah "يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا الكافرين أولياء من دون المؤمنين أتريدون أن تجعلوا لله عليكم سلطانا مبينا" dalam Surah An-Nisaa’ ayat 144-145 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-oarng kafir menjadi kekasih (wali/pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah kalian menginginkan bukti yang nyata bagi Allah (untuk menyiksa kalian). "إن المنافقين في الدرك الأسفل من النار ولن تجد لهم نصيرا" Sesungguhnya orang-orang munafik itu berada di tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan mereka tidak akan menjumpai seorang yang dapat menolongnya”. Dengan adapun orang-orang munafik yang secara lahiriyah adalah beriman, hal ini sangat membingungkan orang-orang mukmin. Seolah-olah kerusakan itu adanya dari arah orang munafik itu berada, karena mereka orang-orang munafik yang menipu orang-orang mukmin melalui ucapannya yang sama sekali tidak benar, serta menjadikan orang-orang kafir sebagai kekasih (pemimpin) bagi orang-orang mukmin. Seandainya saja perbuatan mereka hanya sebatas yang pertama (yaitu sebagai orang kafir) masih lebih ringan kejahatannya. Dan andai saja ia ikhlas beramal karena Allah serta menyesuaikan ucapannya dengan perbuatannya, niscaya ia akan benar-benar beruntung. Oleh karena itu dalam firman Allah "وإذا قيل لهم لا تفسدوا في الأرض قالوا إنما نحن مصلحون" maksud dalam ayat ini adalah menghendaki untuk mendekatkan kedua belah pihak baik kaum beriman maupun kaum kafir dan keduanya berdamai. Sebagaimana yang dikatakan Muhammad ibnu Ishaq, dari Muhammad ibnu Abi Muhammad, dari Ikrimah atau sa'id ibnu jabir, dari Ibnu Abas "وإذا قيل لهم لا تفسدوا في الأرض قالوا إنما نحن مصلحون" yang maksud firman Allah yaitu: menghendaki perdamaian antara golongan kaum mukmin dan ahli kitab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar