Kamis, 22 April 2021

002. Tafsir Ibnu Katsir : Surat Al-Baqarah - Ayat 8


﴿  وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَبِٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ ﴾

Dan dari sebagian manusia ada yang mengatakan bahwa kami Iman kepada allah dan hari akhir, padahal mereka tidak memiliki keimanan.

۞۞۞۞۞۞۞


 النفاق : هو إظهار الخير وإسرار الشر ، وهو أنواع : اعتقادي ، وهو الذي يخلد صاحبه في النار ، وعملي وهو من أكبر الذنوب ، كما سيأتي تفصيله في موضعه ، إن شاء الله تعالى ، وهذا كما قال ابن جريج : المنافق يخالف قوله فعله ، وسره علانيته ، ومدخله مخرجه ، ومشهده مغيبه

Nifaq atau munafik ialah menampakkan kebaikan dan menyembunyikan kejahatan. Sifat munafik itu bermacam- macam, ada yang berkaitan dengan akidah; jenis ini menyebabkan pelakunya masuk ke dalam neraka. perbuatan tersebut merupakan salah satu dari dosa besar, rinciannya akan disebutkan pada bagian tersendiri, insya Allah. Dan ini seperti yang dikatakan Ibnu Juraij, orang munafik ialah orang yang ucapannya bertentangan  dengan perbuatannya, keadaan batinnya bertentangan dengan sikap lahiriahnya, bagian dalamnya bertentangan dengan bagian luarnya, dan penampilannya bertentangan dengan kepribadiannya.


وإنما نزلت صفات المنافقين في السور المدنية ؛ لأن مكة لم يكن فيها نفاق ، بل كان خلافه ، من الناس من كان يظهر الكفر مستكرها ، وهو في الباطن مؤمن ، فلما هاجر رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى المدينة ، وكان بها الأنصار من الأوس والخزرج ، وكانوا في جاهليتهم يعبدون الأصنام على طريقة مشركي العرب ، وبها اليهود من أهل الكتاب على طريقة أسلافهم ، وكانوا ثلاث قبائل : بنو قينقاع حلفاء الخزرج ، وبنو النضير ، وبنو قريظة حلفاء الأوس ، فلما قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم المدينة ، وأسلم من أسلم من الأنصار من قبيلتي الأوس والخزرج ، وقل من أسلم من اليهود إلا عبد الله بن سلام - رضي الله عنه - ولم يكن إذ ذاك نفاق أيضا ؛ لأنه لم يكن للمسلمين بعد شوكة تخاف ، بل قد كان عليه الصلاة والسلام وادع اليهود وقبائل كثيرة من أحياء العرب حوالي المدينة ، فلما كانت وقعة بدر العظمى وأظهر الله كلمته ، وأعلى الإسلام وأهله ، قال عبد الله بن أبي بن سلول ، وكان رأسا في المدينة ، وهو من الخزرج ، وكان سيد الطائفتين في الجاهلية ، وكانوا قد عزموا على أن يملكوه عليهم ، فجاءهم الخير وأسلموا ، واشتغلوا عنه ، فبقي في نفسه من الإسلام وأهله ، فلما كانت وقعة بدر قال : هذا أمر قد توجه ، فأظهر الدخول في الإسلام ، ودخل معه طوائف ممن هو على طريقته ونحلته ، وآخرون من أهل الكتاب ، فمن ثم وجد النفاق في أهل المدينة ومن حولها من الأعراب ، فأما المهاجرون فلم يكن فيهم أحد ، لأنه لم يكن أحد يهاجر مكرها ، بل يهاجر ويترك ماله ، وولده ، وأرضه رغبة فيما عند الله في الدار الآخرة

Sesungguhnya sifat orang munafik diterangkan di dalam surat-surat Madaniyah, arena diMekah tidak ada sifat munafik, bahkan kebalikannya Diantara orang-orang dalam periode Mekah ada yang menampakkan kekufuran karena terpaksa, padahal batinnya adalah orang mukmin tulen Ketika Nabi ﷺ hijrah ke Madinah, padanya telah ada kaum Ansar yang terdiri atas kalangan kabilah Aus dan kabilah Khazraj Dahulu dimasa Jahiliah, mereka termasuk penyembah berhala sebagaimana kebiasaan kaum musyrik Arab DiMadinah terdapat orang-orang Yahudi dari kalangan ahli kitab yang memeluk agama menurut leluhur mereka. Orang-orang Yahudi Madinah terdiri atas tiga kabilah, yaitu Bani Qainuqa (teman sekutu kabilah Khazraj), Bani Nadhir, dan Bani Quraizah (teman sekutu kabilah Aus) Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah dan orang-orang Ansar dari kalangan kabilah Aus dan kabilah Khazraj telah masuk Islam, dan sedikit sekali dari kalangan orang-orang Yahudi yang masuk Islam, bahkan hanya satu orang, yaitu Abdullah ibnu Salam Pada saat itu (hijrah pertama Madinah) masih belum terdapat nifaq (munafik), mengingat kaum muslim masih belum mempunyai kekuatan yang berpengaruh, bahkan Nabi ﷺ hidup rukun bersama orang-orang Yahudi dan kabilah-kabilah Arab yang berada disekitar kota Madinah, hingga terjadi Perang Badar Besar, dan Allah menampakan (kemenangan) kalimatnya dan memberikan kejayaan kepada Islam serta para pemeluknya. Abdullah ibnu Ubay ibnu Salul berkata yang adalah seorang pemimpin di Madinah, dan dia berasal dari kabilah Khazraj, Dia adalah pemimpin kedua kabilah dimasa Jahiliah, mereka bertekad akan menjadikannya sebagai raja mereka, Kemudian datanglah kebaikan (agama Islam) kepada mereka, dan mereka semua masuk Islam, dan menyibukkan dirinya dengan urusan Islam, sedangkan Abdullah ibnu Ubay ibnu Salul tetap pada pendiriannya seraya memperhatikan perkembangannya Islam dan para pemeluknya Akan tetapi, ketika terjadi Perang Badar (dan kaum muslim memperoleh kemenangan), dia berkata, Ini merupakan suatu perkara yang benar-benar telah mengarah (kepada kekuasaan) Akhirnya dia menampakkan dirinya masuk Islam, dan sikapnya ini diikuti oleh orang-orang yang mendukungnya, juga oleh orang lain dari kalangan ahli kitab. maka sejak itulah muncul nifaq (kemunafikan) di kalangan sebagian penduduk Madinah dan orang-orang yang berada di sekitar kota Madinah. Adapun kaum Muhajirin, tidak ada seorang munafik pun di kalangan mereka karena tiada seorang pun yang berhijrah karena dipaksa, bahkan setiap Muhajirin berhijrah meninggalkan harta benda dan anak-anaknya karena mengharapkan pahala di sisi Allah kelak di akhirat.

قال محمد بن إسحاق : حدثني محمد بن أبي محمد ، عن عكرمة ، أو سعيد بن جبير ، عن ابن عباس : ( ومن الناس من يقول آمنا بالله وباليوم الآخر وما هم بمؤمنين ) يعني : المنافقين من الأوس والخزرج ومن كان على أمرهم

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abi Muhammad, dari Ikrimah atau Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman Allah: Dan dari sebagian manusia ada yang mengatakan bahwa kami Iman kepada allah dan hari akhir, padahal mereka tidak memiliki keimanan. (Al-Baqarah, 8), Yang dimaksud adalah orang-orang munafik dari kalangan kabilah Aus dan kabilah Khazraj serta orang-orang yang mengikuti mereka. 

وكذا فسرها بالمنافقين أبو العالية ، والحسن ، وقتادة ، والسدي

Hal yang sama ditafsirkan oleh Abu Aliyah, Hasan, Qatadah, dan Saddi

ولهذا نبه الله - سبحانه - على صفات المنافقين لئلا يغتر بظاهر أمرهم المؤمنون ، فيقع بذلك فساد عريض من عدم الاحتراز منهم ، ومن اعتقاد إيمانهم ، وهم كفار في نفس الأمر ، وهذا من المحذورات الكبار ، أن يظن بأهل الفجور خير ، فقال تعالى : ( ومن الناس من يقول آمنا بالله وباليوم الآخر وما هم بمؤمنين ) أي : يقولون ذلك قولا ليس وراءه شيء آخر ، كما قال تعالى : ( إذا جاءك المنافقون قالوا نشهد إنك لرسول الله ) [ المنافقون : ١ ] أي : إنما يقولون ذلك إذا جاءوك فقط ، لا في نفس الأمر ؛ ولهذا يؤكدون في الشهادة بإن ولام التأكيد في خبرها ؛ كما أكدوا قولهم : ( آمنا بالله وباليوم الآخر ) وليس الأمر كذلك ، كما أكذبهم الله في شهادتهم ، وفي خبرهم هذا بالنسبة إلى اعتقادهم ، بقوله : ( والله يشهد إن المنافقين لكاذبون ) [ المنافقون : ١ ] ، وبقوله ( وما هم بمؤمنين )

Melalui ayat ini Allah memperingatkan kaum mukmin agar jangan terbujuk oleh lahiriah sikap mereka, yaitu dengan  menerangkan sifat-sifat dan ciri khas orang-orang munafik, karena hal tersebut akan mengakibatkan timbulnya kerusakan yang luas sebagai akibat tidak bersikap waspada terhadap mereka dan sebagai akibat meyakini keimanan mereka, padahal kenyataannya mereka adalah orang-orang kafir. Hal ini merupakan peringatan besar, yaitu berprasangka baik pada orang-orang yang ahli dalam kemaksiatan. Untuk itulah Allah berfirman: Dan dari sebagian manusia ada yang mengatakan bahwa kami Iman kepada allah dan hari akhir, padahal mereka tidak memiliki keimanan. [Al-Baqarah, 8], Dengan kata lain, mereka katakan hal tersebut hanya dengan lisannya saja, padahal di balik itu tiada satu iman pun yang terdapat di hati mereka,  sebagaimana yang dijelaskan di dalam firman Allah: Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah, dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. [Al- Munafiqun, 1], Dengan kata lain, sesungguhnya mereka mengatakan demikian bila datang kepadamu saja, padahal kenyataannya tidak demikian. Karena itu, mereka mengukuhkan kesaksiannya dengan INNA dan lam taukid pada khabar- nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar