Selasa, 08 Desember 2020

113. Tafsir Ibnu Katsir : Surat Al-Falaq

تفسير سورة الفلق

وهي مدنية

تفسير سورتي المعوذتين وهما مدنية

 

قال الإمام أحمد : حدثنا عفان ، حدثنا حماد بن سلمة ، أخبرنا عاصم بن بهدلة ، عن زر بن حبيش ، قال : قلت لأبي بن كعب : إن ابن مسعود [ كان ] لا يكتب المعوذتين في مصحفه ؟ فقال : أشهد أن رسول الله صلى الله عليه وسلم أخبرني أن جبريل عليه السلام ، قال له : " قل أعوذ برب الفلق " فقلتها ، قال : ﴿ قل أعوذ برب الناس ﴾ فقلتها . فنحن نقول ما قال النبي صلى الله عليه وسلم

 

Imam Ahmad mengatakan. telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, telah menceritakan kepada kami Asim ibnu Bahdalah, dari Zurr ibnu Hubaisy yang mengatakan bahwa ia berkata kepada Ubay ibnu Ka'b bahwa sesungguhnya Ibnu Mas'ud tidak menulis Mu'awwizatain (surat Al-Falaq dan surat An-Nas) di dalam mushafnya. Maka Ubay ibnu Ka'b mengatakan, aku bersaksi bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam pernah menceritakan kepadaku bahwa sesungguhnya Jibril a.s. berkata kepadanya: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh.” (Al-Falaq: 1), sampai akhir surat. Lalu Nabi sallallahu alaihi wa sallam mengucapkannya, dan Jibril berkata kepadanya: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.” (An-Nas: 1), sampai akhir surat. Lalu Nabi sallallahu alaihi wa sallam mengucapkannya, dan kami mengucapkan pula apa yang diucapkan oleh Nabi sallallahu alaihi wa sallam

 

ورواه أبو بكر الحميدي في مسنده ، عن سفيان بن عيينة ، حدثنا عبدة بن أبي لبابة وعاصم بن بهدلة ، أنهما سمعا زر بن حبيش قال : سألت أبي بن كعب عن المعوذتين ، فقلت : يا أبا المنذر ، إن أخاك ابن مسعود يحكهما من المصحف . فقال : إني سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فقال : " قيل لي : قل ، فقلت " . فنحن نقول كما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم

 

Abu Bakar Al-Humaidi telah meriwayatkan di dalam kitab musnadnya dari Sufyan ibnu Uyaynah, telah menceritakan kepada kami Abdah ibnu Abu Lubabah dan Asim ibnu Bahdalah, keduanya pernah mendengar Zurr ibnu Hubaisy mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Ubay ibnu Ka'b tentang surat Mu'awwizatain; untuk itu ia mengatakan, "Hai Abul Munzir, sesungguhnya saudaramu Ibnu Mas'ud menghapuskan surat Mu'awwizatain dari mushaf (nya)." Maka Ubay ibnu Ka'b menjawab, bahwa sesungguhnya ia pernah menanyakannya kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam Maka beliau sallallahu alaihi wa sallam menjawab: Telah dikatakan kepadaku, "Katakanlah!" Maka aku mengatakannya. dan kami mengucapkan apa yang diucapkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, yakni kedua surat Mu'awwizatain tersebut.

 

وقال أحمد : حدثنا وكيع ، حدثنا سفيان ، عن عاصم ، عن زر قال : سألت ابن مسعود عن المعوذتين فقال : سألت النبي صلى الله عليه وسلم عنهما فقال : " قيل لي ، فقلت لكم ، فقولوا " . قال أبي : فقال لنا النبي صلى الله عليه وسلم فنحن نقول

 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki', telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Asim, dari Zurr yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada ibnu Mas'ud tentang Mu'awwizatain. Ibnu Mas'ud menjawab, bahwa ia pernah menanyakannya kepada Nabi sallallahu alaihi wa sallam Maka beliau sallallahu alaihi wa sallam menjawab: Surat tersebut pernah dibacakan kepadaku, dan aku telah membacakannya kepada kalian, maka bacalah oleh kalian. Ubay mengatakan, bahwa lalu Nabi sallallahu alaihi wa sallam membacakan surat tersebut, dan kami membacanya.

 

وقال البخاري : حدثنا علي بن عبد الله ، حدثنا سفيان ، حدثنا عبدة بن أبي لبابة ، عن زر بن حبيش - وحدثنا عاصم ، عن زر - قال : سألت أبي بن كعب فقلت : أبا المنذر ، إن أخاك ابن مسعود يقول كذا وكذا . فقال : إني سألت النبي صلى الله عليه وسلم فقال : " قيل لي ، فقلت " . فنحن نقول كما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم

 

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Abdah ibnu Abu Lubabah, dari Zurr ibnu Hubaisy, dan telah menceritakan kepada kami Asim ibnu Zurr yang mengatakan bahwa ia pernah berkata kepada Ubay ibnu K.a' b, untuk itu ia mengatakan, "Hai Abul Munzir, sesungguhnya saudaramu Ibnu Mas'ud mengatakan anu dan anu." Ubay ibnu Ka'b menjawab, "Aku pernah bertanya kepada Nabi sallallahu alaihi wa sallam, maka beliau menjawab, 'Telah dibacakan surat tersebut kepadaku, lalu aku membacanya,' dan kami membaca seperti apa yang dibaca oleh Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam"

 

ورواه البخاري أيضا والنسائي ، عن قتيبة ، عن سفيان بن عيينة ، عن عبدة وعاصم بن أبي النجود ، عن زر بن حبيش ، عن أبي بن كعب به

 

Imam Bukhari telah meriwayatkannya pula-juga Imam Nasai-dari Qutaibah, dari Sufyan ibnu Uyaynah, dari Abdah dan Asim ibnu Abun Nujud, dari Zurr ibnu Hubaisy, dari Ubay ibnu Ka’b dengan lafaz yang sama.

 

وقال الحافظ أبو يعلى : حدثنا الأزرق بن علي ، حدثنا حسان بن إبراهيم ، حدثنا الصلت بن بهرام ، عن إبراهيم ، عن علقمة قال : كان عبد الله يحك المعوذتين من المصحف ، ويقول : إنما أمر رسول الله صلى الله عليه وسلم أن يتعوذ بهما ، ولم يكن عبد الله يقرأ بهما

 

Al-Hafiz Abu Ya'la mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Azraq alias ibnu Ali, telah menceritakan kepada kami Hassan ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami As-Silt ibnu Bahrain, dari Ibrahim, dari Alqamah yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Mas'ud pernah menghapus surat Muawwizatain dari mushaf (nya), dan mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam hanya memerintahkan kepada kita agar keduanya dipakai untuk berta'awwuz. Dan Abdullah belum pernah membaca kedua surat itu (dalam salatnya).

 

ورواه عبد الله بن أحمد من حديث الأعمش ، عن أبي إسحاق ، عن عبد الرحمن بن يزيد قال : كان عبد الله يحك المعوذتين من مصاحفه ، ويقول : إنهما ليستا من كتاب الله - قال الأعمش : وحدثنا عاصم ، عن زر بن حبيش ، عن أبي بن كعب قال : سألنا عنهما رسول الله صلى الله عليه وسلم ، قال : قيل لي ، فقلت

 

Abdullah ibnu Ahmad telah meriwayatkan hal ini melalui hadis Al-A'masy, dari Abu Ishaq, dari Abdur Rahman ibnu Yazid yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Mas'ud menghapus Mu’awwizatain dari mushafnya, dan ia mengatakan bahwa sesungguhnya kedua surat tersebut bukanlah berasal dari Kitabullah. Al-A'masy mengatakan, telah menceritakan pula kepada kami Asim, dari Zurr ibnu Hubaisy, dari Ubay ibnu Ka'b yang mengatakan bahwa kami pernah menanyakannya kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam Maka beliau sallallahu alaihi wa sallam menjawab: Pernah dibacakan kepadaku, maka aku membacanya.

 

وهذا مشهور عند كثير من القراء والفقهاء : أن ابن مسعود كان لا يكتب المعوذتين في مصحفه ، فلعله لم يسمعهما من النبي صلى الله عليه وسلم ، ولم يتواتر عنده ، ثم لعله قد رجع عن قوله ذلك إلى قول الجماعة ، فإن الصحابة ، رضي الله عنهم ، كتبوهما في المصاحف الأئمة ، ونفذوها إلى سائر الآفاق كذلك ، ولله الحمد والمنة

 

Demikianlah menurut pendapat yang terkenal di kalangan kebanyakan ulama qiraah dan ulama fiqih, bahwa Ibnu Mas'ud tidak mencatat kedua surat ini dalam mushafnya. Barangkali dia belum pernah mendengarnya dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam dan berita tentang keduanya tidak mutawatir menurutnya. Kemudian pada akhirnya ia mencabut kembali pendapatnya dan mengikut kepada pendapat jamaah sahabat. Karena sesungguhnya para sahabat telah menetapkan keduanya di dalam mushaf-mushaf induk dan menyebarkannya ke seluruh kawasan negeri; segala puji bagi Allah atas segala karunia-Nya.

 

وقد روى مسلم في صحيحه : حدثنا قتيبة ، حدثنا جرير ، عن بيان ، عن قيس بن أبي حازم ، عن عقبة بن عامر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " ألم تر آيات أنزلت هذه الليلة لم ير مثلهن قط : ﴿ قل أعوذ برب الفلق ﴾ و ﴿ قل أعوذ برب الناس ﴾

 

Imam Muslim di dalam kitab sahihnya telah meriwayatkan bahwa telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari bayan dari Qais ibnu Abu Hazim, dari Uqbah ibnu Amir yang mengatakan bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam telah bersabda: Tidakkah engkau melihat beberapa ayat yang diturunkan tadi malam yang sama sekali belum pernah ada ayat-ayat yang semisal denganya, yaitu Qul A'Uzu Birabbil Falaq (surat Al-Falaq) dan Qul A 'Uzu Birabbin Nasi (surat An-Nas).

 

ورواه أحمد ومسلم أيضا ، والترمذي والنسائي من حديث إسماعيل بن أبي خالد ، عن قيس بن أبي حازم ، عن عقبة به . وقال الترمذي : حسن صحيح .

 

Imam Ahmad dan juga Imam Muslim serta Imam Turmuzi dan Imam Nasai telah meriwayatkannya melalui hadis Ismail ibnu Abu Khalid, dari Qais ibnu Abu Hazim, dari Uqbah dengan sanad yang sama; Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.

 

طريق أخرى : قال الإمام أحمد : حدثنا الوليد بن مسلم ، حدثنا ابن جابر ، عن القاسم أبي عبد الرحمن ، عن عقبة بن عامر قال : بينا أنا أقود برسول الله صلى الله عليه وسلم في نقب من تلك النقاب ، إذ قال لي : " يا عقبة ، ألا تركب ؟ " . قال : [ فأجللت رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أركب مركبه . ثم قال : " يا عقيب ، ألا تركب ؟ " . قال ] فأشفقت أن تكون معصية ، قال : فنزل رسول الله صلى الله عليه وسلم وركبت هنيهة ، ثم ركب ، ثم قال : " يا عقيب ، ألا أعلمك سورتين من خير سورتين قرأ بهما الناس ؟ " . قلت : بلى يا رسول الله . فأقرأني : ﴿ قل أعوذ برب الفلق ﴾ و ﴿ قل أعوذ برب الناس ﴾ ثم أقيمت الصلاة ، فتقدم رسول الله صلى الله عليه وسلم فقرأ بهما ، ثم مر بي فقال : كيف رأيت يا عقيب ، اقرأ بهما كلما نمت وكلما قمت .

 

Jalur lain : Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Muslim, telah menceritakan kepada kami Ibnu Jabir, dari Al-Qasim alias Abu Abdur Rahman, dari Uqbah ibnu Amir yang menceritakan bahwa ketika ia sedang menuntun begal kendaraan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam di suatu jalan, tiba-tiba Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Hai Uqbah, mengapa engkau tidak naik kendaraan?" Uqbah berkata dalam hatinya bahwa ia tidak mau bergantian menaiki kendaraan karena takut hal itu merupakan perbuatan durhaka karena dengan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam Maka Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam turun dan Uqbah naik sebentar, lalu turun lagi dan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam naik. Setelah itu beliau bersabda, "Hai Uqbah, maukah engkau kuajarkan dua surat yang terbaik untuk dibaca oleh manusia?" Uqbah menjawab, "Tentu saja mau, wahai Rasulullah." Lalu Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam membacakan kepadaku: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh.” (Al-Falaq: 1), hingga akhir surat. dan firman-Nya: Katakanlah.”Aku berlindung kepada Tuhan yang memelihara dan menguasai) manusia. (An-Nas: 1). sampai akhir surat. Kemudian salat diiqamahkan dan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam maju. lalu membaca kedua surat itu. kemudian beliau berlalu di hadapanku dan bersabda: Bagaimanakah pendapatmu, hai uqbah, bacalah kedua surat itu bila engkau hendak tidur dan bila engkau berdiri (dalam salatmu).

 

ورواه النسائي من حديث الوليد بن مسلم وعبد الله بن المبارك ، كلاهما عن ابن جابر به .

 

Imam Nasai telah meriwayatkannya melalui hadis Al-Walid ibnu Muslim dan Abdullah ibnu Mubarak, keduanya dari Ibnu Jabir dengan sanad yang sama.

 

ورواه أبو داود والنسائي أيضا ، من حديث ابن وهب ، عن معاوية بن صالح ، عن العلاء بن الحارث ، عن القاسم بن عبد الرحمن ، عن عقبة به .

 

Imam Abu Daud serta Imam Nasai telah meriwayatkannya pula melalui hadis Ibnu Wahb, dari Maimun ibnu Saleh, dari Al-Ala ibnul Haris, dari Al-Qasim ibnu Abdur Rahman, dari Uqbah dengan sanad yang sama.

 

طريق أخرى : قال أحمد : حدثنا أبو عبد الرحمن ، حدثنا سعيد بن أبي أيوب ، حدثني يزيد بن عبد العزيز الرعيني وأبو مرحوم ، عن يزيد بن محمد القرشي ، عن علي بن رباح عن عقبة بن عامر قال : أمرني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أقرأ بالمعوذات في دبر كل صلاة .

 

Jalur lain: Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Abu Ayyub, telah menceritakan kepadaku Yazid ibnu Abdul Aziz Ar-Ra'ini dan Abu Marhum, dari Yazid ibnu Muhammad Al-Qurasyi, dari Ali ibnu Rabah, dari Uqbah ibnu Amir yang mengatakan bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam pernah memerintahkan kepadanya agar membaca Muawwizatain setiap usai dari salat fardunya.

 

ورواه أبو داود والترمذي والنسائي من طرق ، عن علي بن أبي رباح . وقال الترمذي : غريب .

 

Abu Daud, Turmuzi, dan Nasai telah meriwayatkannya melalui berbagai jalur dari Ali ibnu Abu Rabah; dan Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib.

 

طريق أخرى : قال أحمد : حدثنا محمد بن إسحاق ، حدثنا ابن لهيعة ، عن مشرح بن هاعان ، عن عقبة بن عامر قال : قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم : " اقرأ بالمعوذتين ، فإنك لن تقرأ بمثلهما " ، تفرد به أحمد

 

Jalur lain : Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah, dari Masyrah ibnu Ahan, dari Uqbah ibnu Amir yang mengatakan bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda kepadanya: Bacalah Mu'awwizatain, karena sesungguhnya engkau tidak akan menjumpai surat yang semisal keduanya. Imam Ahmad meriwayatkan hadis ini secara munfarid.

 

طريق أخرى : قال أحمد : حدثنا حيوة بن شريح ، حدثنا بقية ، حدثنا بحير بن سعد ، عن خالد بن معدان ، عن جبير بن نفير ، عن عقبة بن عامر أنه قال : إن رسول الله صلى الله عليه وسلم أهديت له بغلة شهباء ، فركبها فأخذ عقبة يقودها له ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : اقرأ " قل أعوذ برب الفلق " . فأعادها له حتى قرأها ، فعرف أني لم أفرح بها جدا ، فقال : لعلك تهاونت بها ؟ فما قمت تصلي بشيء مثلها

 

Jahir lain: Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Haiwah ibnu Syuraih, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah, telah menceritakan kepada kami Bujair ibnu Sa'd, dari Khalid ibnu Ma'dan, dari Jubair ibnu Nafir, dari Uqbah ibnu Amir yang mengatakan, bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam pernah mendapat hadiah berupa seekor begal berwarna abu-abu, lalu beliau mengendarainya, maka Uqbah mengambil tali kendalinya dan menuntunnya. Lalu Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Aku membaca Qul A'uzu Birabbil Falaq (surat Al-Falaq)," maka Nabi sallallahu alaihi wa sallam mengulangi bacaannya itu kepada Uqbah hingga akhirnya Uqbah ibnu Amir hafal dan membacanya. Maka Nabi sallallahu alaihi wa sallam mengetahui bahwa Uqbah kelihatan tidak begitu gembira menerimanya, lalu beliau sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Barangkali engkau meremehkannya, padahal tiada suatu bacaan pun dalam salatmu yang semisal dengannya.

 

ورواه النسائي ، عن عمرو بن عثمان ، عن بقية به . ورواه النسائي أيضا من حديث الثوري ، عن معاوية بن صالح ، عن عبد الرحمن بن جبير بن نفير ، عن أبيه ، عن عقبة بن عامر : أنه سأل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن المعوذتين ، فذكر نحوه .

 

Imam Nasai meriwayatkannya dari Amr ibnu Usman, dari Baqiyyah dengan sanad yang sama. Dan Imam Nasai telah meriwayatkannya pula melalui hadis As-Sauri, dari Mu'awiyah ibnu Saleh, dari Abdur Rahman ibnu Nafir dari ayahnya dari Uqbah ibnu Amir, bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam tentang Mu'awwizatain, lalu disebutkan hal yang semisal.

 

طريق أخرى : قال النسائي : أخبرنا محمد بن عبد الأعلى ، حدثنا المعتمر ، سمعت النعمان ، عن زياد أبي الأسد ، عن عقبة بن عامر ; أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : " إن الناس لم يتعوذوا بمثل هذين : ﴿ قل أعوذ برب الفلق ﴾ و ﴿ قل أعوذ برب الناس ﴾

 

Jalur lain: Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdul A'la, telah menceritakan kepada kami Al-Mu'tamir, bahwa ia pernah mendengar An-Nu'man, dari Ziyad ibnul Asad, dari Uqbah ibnu Amir, bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda: Sesungguhnya manusia itu belum pernah membaca ta'awuz (memohon perlindungan) dengan bacaan yangsemisal dengan kedua surat berikut, yaitu Qul A Uzu Birabbil Falaq (surat Al-Falaq) dan Qul Alizu Birabbin Nasi (surat An-Nas).

 

طريق أخرى : قال النسائي : أخبرنا قتيبة ، حدثنا الليث ، عن ابن عجلان ، عن سعيد المقبري ، عن عقبة بن عامر قال : كنت أمشي مع رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : " يا عقبة ، قل " . فقلت : ماذا أقول ؟ فسكت عني ، ثم قال : " قل " . قلت : ماذا أقول يا رسول الله ؟ فسكت عني ، فقلت : اللهم اردده علي . فقال : " يا عقبة ، قل " . قلت : ماذا أقول يا رسول الله ؟ فقال : " ﴿ قل أعوذ برب الفلق ﴾ ، فقرأتها حتى أتيت على آخرها ، ثم قال : " قل " . قلت : ماذا أقول يا رسول الله ؟ قال : " ﴿ قل أعوذ برب الناس ﴾ ، فقرأتها حتى أتيت على آخرها ، ثم قال رسول الله صلى الله عليه وسلم عند ذلك : ما سأل سائل بمثلهما ، ولا استعاذ مستعيذ بمثلهما

Jalur lain: Imam Nasai mengatakan. telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Al-Lais. dari Abu Ajlan, dari Sa'id Al-Maqbari, dari Uqbah ibnu Amir yang mengatakan bahwa ia berjalan bersama Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, lain beliau bersabda, '"Hai Uqbah, bacalah!" Aku bertanya.”Apakah yang harus kubaca?" Beliau diam, lain bersabda, "Bacalah." Aku bertanya, "Apakah yang harus aku baca, ya Rasulullah." Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh.” (surat Al-Falaq: 1), hingga akhir surat. Lalu aku membacanya hingga akhir surat, kemudian beliau sallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Bacalah." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah yang harus aku baca?" Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.”(An-Nas: 1), hingga akhir surat. Kemudian aku membacanya hingga akhir surat, dan setelah itu Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Tiada seorang pun yang meminta dengan bacaan yang semisal dengannya, dan tiada seorang pun yang memohon perlindungan dengan bacaan yang semisal dengannya.

 

طريق أخرى : قال النسائي : أخبرنا محمد بن يسار ، حدثنا عبد الرحمن ، حدثنا معاوية ، عن العلاء بن الحارث ، عن مكحول ، عن عقبة بن عامر : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قرأ بهما في صلاة الصبح

 

Jalur lain : Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Yasar, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah, dari Al-Ala ibnul Haris, dari Mak-hul, dari Uqbah ibnu Amir, bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam membaca kedua surat ini dalam salat Subuhnya.

 

طريق أخرى : قال النسائي : أخبرنا قتيبة ، حدثنا الليث ، عن يزيد بن أبي حبيب ، عن أبي عمران أسلم ، عن عقبة بن عامر قال : اتبعت رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو راكب ، فوضعت يدي على قدمه فقلت : أقرئني سورة هود أو سورة يوسف . فقال : " لن تقرأ شيئا أنفع عند الله من ﴿ قل أعوذ برب الفلق ﴾

 

Jalur lain: Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Al-Lais, dari yazid ibnu Abu Habib, dari Abu Imran Aslam, dari Uqbah ibnu Amir yang mengatakan bahwa ia ikut bersama Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam yang saat itu beliau berkendaraan. Maka aku pegang kedua telapak kakinya dan aku berkata, "Ajarkanlah kepadaku surat Hud atan surat Yusuf' Maka Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Engkau tidak akan menemukan suatu bacaan pun yang lebih bermanfaat di sisi Allah daripada Qul A 'uzu Birabbil Falaq (surat Al-Falaq).

 

حديث آخر : قال النسائي : أخبرنا محمود بن خالد ، حدثنا الوليد ، حدثنا أبو عمرو الأوزاعي ، عن يحيى بن أبي كثير ، عن محمد بن إبراهيم بن الحارث ، عن أبي عبد الله ، عن ابن عائش الجهني : أن النبي صلى الله عليه وسلم قال له : " يا ابن عائش ، ألا أدلك - أو : ألا أخبرك - بأفضل ما يتعوذ به المتعوذون ؟ " . قال : بلى ، يا رسول الله . قال : ﴿ قل أعوذ برب الفلق ﴾ و ﴿ قل أعوذ برب الناس ﴾ هاتان السورتان

 

Jalur lain: Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Mahmud ibnu Khalid, telah menceritakan kepada kami Al-Walid, telah menceritakan kepada kami Abu Amr Al-Auza'i, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Muhammad ibnu Ibrahim ibnul Haris, dari Abu Abdullah ibnu Abis, Al-Juhani, bahwaNabi sallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda kepadanya, "Hai Ibnu Abis, maukah aku tunjukkan kepadamu -maukah kuceritakan kepada-mu- tentang permohonan perlindungan yang paling baik."Ibnu Abis menjawab, "Tentu saja mau, ya Rasulullah." Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Qul A Uzu Birabbil Falaq dan Qul AUzu Birabbin Nasi, keduanya adalah dua surat (Al-Qur'an).

 

فهذه طرق عن عقبة كالمتواترة عنه ، تفيد القطع عند كثير من المحققين في الحديث .

 

Semua jalur yang diriwayatkan dari Uqbah ini berkedudukan seperti hadis yang mutawatir, dan memberikan pengertian yang pasti di kalangan sebagian besar ulama ahli tahqiq hadis.

 

وقد تقدم في رواية صدي بن عجلان وفروة بن مجاهد ، عنه : " ألا أعلمك ثلاث سور لم ينزل في التوراة ولا في الإنجيل ولا في الزبور ولا في الفرقان مثلهن ؟ ﴿ قل هو الله أحد ﴾ و ﴿ قل أعوذ برب الفلق ﴾ و ﴿ قل أعوذ برب الناس ﴾

 

Dalam pembahasan yang terdahulu telah disebutkan melalui riwayat Sada ibnu Ajlan dan Farwah Ibnu Mujahid dari Uqbah: Maukah aku tunjukkan kepadamu tiga buah surat yang belum pernah diturunkan di dalam kitab Taurat, kitab Injil, kitab Zabur, dan juga di dalam kitab Furqan hal yang semisal dengannya, yaitu Qul Huwallahu Ahad (surat Al-Ikhlas), Qul A Uzu Birabbil Falaq (surat Al-Falaq), dan Qul A uzu Birabbin Nas (surat An-Nas).

 

حديث آخر : قال الإمام أحمد : حدثنا إسماعيل ، حدثنا الجريري ، عن أبي العلاء قال : قال رجل : كنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في سفر ، والناس يعتقبون ، وفي الظهر قلة ، فحانت نزلة رسول الله صلى الله عليه وسلم ونزلتي ، فلحقني فضرب [ من بعدي ] منكبي ، فقال : ﴿ قل أعوذ برب الفلق ﴾ ، فقرأها رسول الله صلى الله عليه وسلم وقرأتها معه ، ثم قال : ﴿ قل أعوذ برب الناس ﴾ ، فقرأها رسول الله صلى الله عليه وسلم وقرأتها معه ، فقال : إذا صليت فاقرأ بهما

Hadis lain : Imam Ahmad mengatakan. telah menceritakan kepada kami Ismail, telah menceritakan kepada kami Al-Jariri. dari Abul Ala yang mengatakan bahwa seorang lelaki pernah menceritakan bahwa ketika kami sedang bersama Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan. dan orang-orang mengiringinya, dan di waktu lohor panas amat terik, maka tibalah saatnya bagi Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam untuk turun beristirahat dan juga bagiku. Maka beliau menyusulku dan menepuk pundakku seraya bersabda: Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh.” (surat Al-Falaq: 1), hingga akhir surat. Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam membacakannya hingga akhir surat dan aku ikut membacanya bersama beliau. Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memeliharadan menguasai) manusia. (surat An-Nas: 1), hingga akhir surat. Dan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam membacanya hingga akhir surat dan aku ikut membacanya bersama beliau sallallahu alaihi wa sallam Setelah itu beliau sallallahu alaihi wa sallam Bersabda: Apabila engkau salat, maka bacalah kedua surat ini.

 

الظاهر أن هذا الرجل هو عقبة بن عامر ، والله أعلم

 

Menurut makna lahiriah hadis, lelaki tersebut adalah Uqbah ibnu Amir; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

 

ورواه النسائي ، عن يعقوب بن إبراهيم ، عن ابن علية به

 

Imam Nasai meriwayatkan dari Ya'qub ibnu Ibrahim, dari Ibnu Aliyyah dengan sanad yang sama.

 

حديث آخر : قال النسائي : أخبرنا محمد بن المثنى ، حدثنا محمد بن جعفر ، عن عبد الله بن سعيد ، حدثني يزيد بن رومان ، عن عقبة بن عامر ، عن عبد الله الأسلمي - هو ابن أنيس - : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم وضع يده على صدره ثم قال : " قل " . فلم أدر ما أقول ، ثم قال لي : " قل " . قلت : ﴿ قل هو الله أحد ﴾ ثم قال لي : " قل " . قلت : ﴿ أعوذ برب الفلق من شر ما خلق ﴾ حتى فرغت منها ، ثم قال لي : " قل " . قلت : ﴿ قل أعوذ برب الناس ﴾ حتى فرغت منها . فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم :  هكذا فتعوذ ، ما تعوذ المتعوذون بمثلهن قط

 

Hadis lain:  Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Musanna, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja'far, dari Abdullah ibnu Sa'id, telah menceritakan kepadaku Yazid ibnu Ruman, dari Uqbah ibnu Amir, dari Abdullah Al-Aslami ibnu Anis, bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam meletakkan tanganya ke dadanya, kemudian bersabda, "Katakanlah!" Aku tidak mengetahui apa yang harus kukatakan, kemudian beliau bersabda, "Katakanlah!" Maka aku membaca: Dialah Allah YangMahaesa. (Al-Ikhlas: 1) Kemudian beliau bersabda, "Katakanlah!". Maka aku membaca: Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya. (Al-Falaq: 1-2) hingga akhir surat, kemudian beliau sallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Bacalah!" Maka aku membaca firman-Nya: Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. (An-Nas: 1) hingga akhir surat, lalu Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Demikianlah cara berta'awwuz (memohon perlindungan), dan tiada suatu ta'awwuz pun yang diucapkan oleh orang-orang yang berta 'awwuz semisal dengannya.

 

حديث آخر : قال النسائي : أخبرنا عمرو بن علي أبو حفص ، حدثنا بدل ، حدثنا شداد بن سعيد أبو طلحة ، عن سعيد الجريري ، حدثنا أبو نضرة ، عن جابر بن عبد الله قال : قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم : " اقرأ يا جابر " . قلت : وما أقرأ بأبي أنت وأمي ؟ قال : " اقرأ : ﴿ قل أعوذ برب الفلق ﴾ و ﴿ قل أعوذ برب الناس ﴾ . فقرأتهما ، فقال :  اقرأ بهما ، ولن تقرأ بمثلهما

 

Hadis lain: ImamNasai mengatakan, telah menceritakan kepadaku Amr ibnu Ali alias Abu Hafs, telah menceritakan kepada kami Badal, telah menceritakan kepada kami Syaddad ibnu Sa'id alias Abu Talhah, dari Sa'id Al-Jariri, telah menceritakan kepada kami Abu Nadrah, dari Jabir ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda kepadanya, "Hai Jabir, bacalah!" Jabir bertanya, "Demi ayah dan ibuku yang menjadi tebusanmu, apakah yang harus kubaca?" Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Bacalah Qul A uzu Birabbil Falaq dan Qul A uzu Birabbin Nasi (surat Al-Falaq dan surat An-Nas). Maka aku (Jabir) membaca kedua surat tersebut, setelah itu beliau sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Bacalah keduanya, dan engkau tidak akan menemukan bacaan yang semisal dengan keduanya.

 

وتقدم حديث عائشة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يقرأ بهن ، وينفث في كفيه ، ويمسح بهما رأسه ووجهه ، وما أقبل من جسده

 

Dalam hadis Aisyah yang terdahulu telah diceritakan bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam membaca kedua surat tersebut, lalu meniupkannya pada kedua tangannya dan mengusapkan kedua telapak tangannya ke kepalanya, wajahnya, dan bagian depan tubuhnya.

 

وقال الإمام مالك : عن ابن شهاب ، عن عروة عن عائشة : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان إذا اشتكى يقرأ على نفسه بالمعوذتين وينفث ، فلما اشتد وجعه كنت أقرأ عليه ، وأمسح بيده عليه ، رجاء بركتها

 

Imam Malik telah meriwayatkan dari Ibnu Syihab, dari Urwah, dari Aisyah, bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam apabila sakit membacakan kepada dirinya dua surat Mu'awwizatain, lalu meniupkan keduanya pada dirinya. Dan setelah sakit beliau parah, maka akulah (Aisyah) yang membacanya, lalu menggunakan tangan beliau sallallahu alaihi wa sallam untuk mengusap dirinya dengan mengharapkan keberkahannya.

 

ورواه البخاري ، عن عبد الله بن يوسف . ومسلم ، عن يحيى بن يحيى . وأبو داود ، عن القعنبي . والنسائي ، عن قتيبة - ومن حديث ابن القاسم وعيسى بن يونس - وابن ماجه من حديث معن وبشر بن عمر ، ثمانيتهم عن مالك به

 

Hal yang semisal telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abdullah ibnu Yusuf dan Muslim, dari Yahya ibnu Yahya dan Abu Daud, dari Al-Qa'nabi dan Imam Nasai, dari Qutaibah dan dari hadis Ibnul Qasim serta Isa ibnu Yunus. Sedangkan Ibnu Majah meriwayatkannya dari hadis Ma'an dan Bisyr ibnu Uinar; kedelapannya bersumber dari Malik dengan sanad yang sama

 

وتقدم في آخر سورة : " ن " من حديث أبي نضرة عن أبي سعيد : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يتعوذ من أعين الجان وعين الإنسان ، فلما نزلت المعوذتان أخذ بهما ، وترك ما سواهما . رواه الترمذي والنسائي وابن ماجه ، وقال الترمذي : حديث حسن صحيح

 

Dalam pembahasan yang lalu dalam surat Nun telah disebutkan sebuah hadis melalui Abu Nadrah, dari Abu Sa'id, bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam membaca penangkal dari penyakit 'ain yang ditimbulkan oleh jin dan manusia. Tetapi setelah diturunkan kedua surat Mu'awwizatain, maka beliau memegangnya dan meninggalkan selain keduanya. Imam Turmuzi, Imam Nasai, dan Imam ibnu Majah telah meriwayatkannya pula, dan Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.

 

 

 

۞۞۞۞۞۞۞

 

﴿قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ﴾

Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh,

 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Isam, telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az-Zubairi, telah menceritakan kepada kami Hasan ibnu Saleh, dari Abdullah ibnu Muhammad ibnu Aqil, dari Jabir yang mengatakan bahwa al-falaq artinya subuh.

 

وقال العوفي عن ابن عباس : ( الفلق ) الصبح . وروي عن مجاهد ، وسعيد بن جبير ، وعبد الله بن محمد بن عقيل ، والحسن ، وقتادة ، ومحمد بن كعب القرظي ، وابن زيد ، ومالك ، عن زيد بن أسلم ، مثل هذا

 

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya, "Al-falaq" bahwa makna yang dimaksud ialah subuh. Dan telah diriwayatkan halyangsemisal dari Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, Abdullah ibnu Muhammad ibnu Aqil, Al-Hasan, Qatadah, Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi, Ibnu Zaid, dan Malik, dari Zaid ibnu Aslam.

 

قال القرظي وابن زيد وابن جرير : وهي كقوله تعالى : فالق الإصباح - الأنعام : ٩٦

 

Al-Qurazi. Ibnu Zaid, dan Ibnu Jarir mengatakan bahwa makna yang dimaksud sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu: Dia menyingsingkan pagi. (Al-An'am: 96)

 

وقال علي بن أبي طلحة عن ابن عباس : ( الفلق ) الخلق . وكذا قال الضحاك : أمر الله نبيه أن يتعوذ من الخلق كله

 

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya, "Al-falaq," bahwa makna yang dimaksud ialah makhluk. Hal yang sama telah dikatakan oleh Ad-Dahhak, bahwa Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya untuk membaca ta'awwuz dari kejahatan semua makhluk-Nya.

 

وقال كعب الأحبار : ( الفلق ) بيت في جهنم ، إذا فتح صاح جميع أهل النار من شدة حره ، ورواه ابن أبي حاتم ، ثم قال : حدثنا أبي ، حدثنا سهيل بن عثمان ، عن رجل سماه ، عن السدي عن زيد بن علي ، عن آبائه أنهم قالوا : ( الفلق ) جب في قعر جهنم ، عليه غطاء ، فإذا كشف عنه خرجت منه نار تصيح منه جهنم ، من شدة حر ما يخرج منه

 

Ka'bul Ahbar mengatakan bahwa al-falaq adalah nama sebuah penjara di dalam neraka Jahanam; apabila pintunya dibuka, maka semua penghuni neraka menjerit karena panasnya yang sangat. Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya, untuk itu ia mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Suhail ibnu Usman, dari seorang lelaki, dari As-Saddi, dari Zaid ibnu Ali, dari kakek moyangnya, bahwa mereka telah mengatakan bahwa al-falaq adalah nama sebuah sumur di dasar neraka Jahanam yang mempunyai tutup. Apabila tutupnya dibuka, maka keluarlah darinya api yang menggemparkan neraka Jahanam karena panasnya yang sangat berlebihan.

 

وكذا روي عن عمرو بن عبسة والسدي وغيرهم

 

Hal yang sama telah diriwayatkan dari Amr ibnu Anbasah dan As-Saddi serta lain-lainnya.

 

وقد ورد في ذلك حديث مرفوع منكر ، فقال ابن جرير : حدثني إسحاق بن وهب الواسطي ، حدثنا مسعود بن موسى بن مشكان الواسطي ، حدثنا نصر بن خزيمة الخراساني ، عن شعيب بن صفوان ، عن محمد بن كعب القرظي ، عن أبي هريرة

 

Sehubungan dengan hal ini telah ada sebuah hadis marfu' yang berpredikat munkar; untuk itu Ibnu Jarir mengatakan telah menceritakan kepadaku Ishaq ibnu Wahb Al-Wasiti, telah menceritakan kepada kami Mas'ud ibnu Musa ibnu Misykan Al-Wasiti, telah menceritakan kepada kami Nasr ibnu Khuzaimah Al-Khurrasani, dari Syu'aib ibnu Safwan, dari Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi, dari Abu Hurairah,

 

 عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ( الفلق ) جب في جهنم مغطى ، إسناده غريب ولا يصح رفعه

 

dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam yang telah bersabda: Falaq adalah sebuah sumur di dalam neraka Jahanam yang mempunyai penutup. Sanad hadis ini garib dan predikat marfu'-nya tidak sahih.

 

وقال أبو عبد الرحمن الحبلي : ( الفلق ) من أسماء جهنم

 

Abu Abdur Rahman Al-Habli telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, bahwa al-falaq adalah nama lain dari neraka Jahanam.

 

قال ابن جرير : والصواب القول الأول ، أنه فلق الصبح . وهذا هو الصحيح ، وهو اختيار البخاري رحمه الله ، في صحيحه

 

Ibnu Jarir mengatakan bahwa yang benar adalah pendapat yang pertama, yaitu yang mengatakan bahwa sesungguhnya falaq adalah subuh. Pendapat inilah yang sahih dan dipilih oleh Imam Bukhari di dalam kitab sahihnya.

 

 

﴿مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ﴾

 

Firman Allah :  dari kejahatan makhluk-Nya. (Al-Falaq: 2)

 

 أي من شر جميع المخلوقات وقال ثابت البناني والحسن البصري جهنم وإبليس وذريته مما خلق

 

Yakni dari kejahatan semua makhluk. Sabit Al-Bannani dan Al-Hasan Al-Basri telah mengatakan bahwa Jahanam, Iblis, dan keturunannya termasuk makhluk yang diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala

 

﴿وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ﴾

 

Firman Allah subhanahu wa ta'ala: dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. (Al-Falaq: 3)

 

قال مجاهد : غاسق الليل إذا وقب : غروب الشمس . حكاه البخاري عنه . ورواه ابن أبي نجيح ، عنه . وكذا قال ابن عباس ، ومحمد بن كعب القرظي ، والضحاك ، وخصيف ، والحسن ، وقتادة : إنه الليل إذا أقبل بظلامه

 

Mujahid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah bila matahari telah tenggelam; demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Mujahid. Hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Abu Najih, dari Mujahid. Dan hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Abbas, Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi. Ad-Dahhak. Khasif. Al-Hasan, dan Qatadah, bahwa sesungguhnya makna yang di

maksud ialah malam hari apabila datang dengan kegelapan.

 

وقال الزهري : ( ومن شر غاسق إذا وقب ) الشمس إذا غربت

 

Az-Zuhri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. (Al-Falaq: 3) Yakni matahari apabila telah tenggelam.

 

وعن عطية وقتادة : إذا وقب الليل : إذا ذهب

 

Telah diriwayatkan pula dari Atiyyah dan Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya: apabila telah gelap gulita. (Al-Falaq: 3) Yaitu malam hari bila telah pergi.

 

وقال أبو المهزم : عن أبي هريرة : ( ومن شر غاسق إذا وقب ) كوكب

 

Abu Mihzan mengatakan dari Abu Hurairah sehubungan dengan makna firman-Nya: dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. (Al-Falaq: 3) Bahwa makna yang dimaksud ialah bintang.

 

وقال ابن زيد : كانت العرب تقول : الغاسق : سقوط الثريا ، وكان الأسقام والطواعين تكثر عند وقوعها ، وترتفع عند طلوعها

 

Ibnu Zaid mengatakan, dahulu orang-orang Arab mengatakan bahwa al-gasiq artinya jatuhnya bintang surayya. Berbagai penyakit dan Ta'un mewabah seusai jatuhnya bintang surayya, dan menjadi Lenyap dengan sendirinya bila bintang surayya terbit. Yang dimaksud dengan jatuh ialah tenggelam.

 

قال ابن جرير : ولهؤلاء من الأثر ما حدثني : نصر بن علي ، حدثني بكار بن عبد الله ابن أخي همام ، حدثنا محمد بن عبد العزيز بن عمر بن عبد الرحمن بن عوف ، عن أبيه ، عن أبي سلمة ، عن أبي هريرة ، عن النبي صلى الله عليه وسلم : ﴿وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ﴾ قال : النجم الغاسق

 

Ibnu Jarir mengatakan bahwa di antara asar yang bersumber dari mereka ialah apa yang diceritakan kepadaku oleh Nasr Ibnu Ali, telah menceritakan kepadaku Bakkar, dari Abdullah keponakan Hammam, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdul Aziz ibnu Umar, dari Abdur Rahman ibnu Auf, dari ayahnya, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam sehubungan dengan makna firman-Nya: dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. (Al-Falaq: 3) Lalu beliau sallallahu alaihi wa sallam bersabda, bahwa makna yang dimaksud ialah bintang bila telah tenggelam.

 

قلت : وهذا الحديث لا يصح رفعه إلى النبي صلى الله عليه وسلم

 

Aku berkata, predikat marfu' hadis ini tidak sahih sampai kepada Nabi sallallahu alaihi wa sallam

 

قال ابن جرير : وقال آخرون : هو القمر

 

Ibnu Jarir mengatakan, ulama lainnya mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah rembulan. 

 

قلت : وعمدة أصحاب هذا القول ما رواه الإمام أحمد : حدثنا أبو داود الحفري ، عن ابن أبي ذئب ، عن الحارث ، عن أبي سلمة قال : قالت عائشة رضي الله عنها : أخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم بيدي ، فأراني القمر حين يطلع

 

Aku berkata, yang dijadikan pegangan oleh orang-orang yang berpendapat demikian ialah apa yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad. bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Daud Al-Hafri, dari Ibnu Abu Zi-b, dari Al-Haris ibnu Abu Salamah yang mengatakan bahwa Siti Aisyah r.a. telah mengatakan bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam memegang tangannya, lalu memperlihatkan kepadanya rembulan saat terbitnya, kemudian beliau sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 

وقال : تعوذي بالله من شر هذا الغاسق إذا وقب

 

kemudian beliau sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Mohonlah perlindungan kepada Allah dari kejahatan rembulan ini apabila telah tenggelam.

 

ورواه الترمذي والنسائي في كتابي التفسير من سننيهما ، من حديث محمد بن عبد الرحمن ابن أبي ذئب ، عن خاله الحارث بن عبد الرحمن به . وقال الترمذي : حسن صحيح . ولفظه : " تعوذي بالله من شر هذا ، فإن هذا الغاسق إذا وقب "

 

Imam Tirmidzi dan Imam Nasai telah meriwayatkan di dalam kitab tafsir dari kitab sunan masing-masing melalui hadis Muhammad ibnu Abdur Rahman ibnu Abu Zi-b, dari pamannya (yaitu Al-Haris ibnu Abdur Rahman) dengan lafazyang sama; dan Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih. Lafaznya berbunyi seperti berikut:

 

" تعوذي بالله من شر هذا ، فإن هذا الغاسق إذا وقب "

 

Mohonlah perlindungan kepada Allah dari kejahatan (rembulan) ini, yaitu apabila ia telah tenggelam.

 

ولفظ النسائي : تعوذي بالله من شر هذا ، هذا الغاسق إذا وقب

 

Menurut lafaz Imam Nasai disebutkan : Mohonlah perlindungan kepada Allah dari kejahatan (rembulan) ini, yaitu apabila ia telah tenggelam.

 

قال أصحاب القول الأول وهو أنه الليل إذا ولج - : هذا لا ينافي قولنا ; لأن القمر آية الليل ، ولا يوجد له سلطان إلا فيه ، وكذلك النجوم لا تضيء ، إلا في الليل ، فهو يرجع إلى ما قلناه ، والله أعلم

 

Orang-orang yang mengatakan pendapat pertama mengatakan bahwa rembulan merupakan pertanda malam hari bila telah muncul, dan ini tidaklah bertentangan dengan pendapat kami. Karena sesungguhnya rembulan merupakan pertanda malam hari dan rembulan tidak berperan kecuali hanya di malam hari. Demikian pula halnya dengan bintang-bintang; bintang-bintang tidak dapat bersinar kecuali di malam hari; dan hal ini sejalan dengan pendapat yang kami katakan; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

 

 

وقوله : ﴿وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ﴾ قال مجاهد ، وعكرمة ، والحسن ، وقتادة ، والضحاك : يعني : السواحر - قال مجاهد : إذا رقين ونفثن في العقد

 

Firman Allah subhanahu wa ta'ala: dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus pada buhul-buhul. (Al-Falaq:4), Mujahid, Ikrimah. Al-Hasan. Qatadah. dan Ad-Dahhak telah mengatakan bahwa yang dimaksud ialah wanita-wanita penyihir. Mujahid mengatakan bahwa yaitu apabila wanita-wanita penyihir itu mengembus pada buhul-buhulnya.

 

وقال ابن جرير : حدثنا ابن عبد الأعلى ، حدثنا ابن ثور ، عن معمر ، عن ابن طاوس ، عن أبيه قال : ما من شيء أقرب من الشرك من رقية الحية والمجانين - تفسير الطبري

 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abdul A'la, telah menceritakan kepada kami Ibnu Saur, dari Ma'mar, dari Ibnu Tawus, dari ayahnya yang mengatakan bahwa tiada suatu perbuatan pun yang lebih mendekati kepada kemusyrikan selain dari ruqyatul hayyah dan majanin, yakni sejenis perbuatan sihir. (Tafsir at-Tobari)

 

وفي الحديث الآخر : أن جبريل جاء إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : اشتكيت يا محمد ؟ فقال :  نعم

 

Di dalam hadis lain disebutkan bahwa Malaikat Jibril datang kepada Nabi sallallahu alaihi wa sallam, lalu bertanya, "Hai Muhammad, apakah engkau sakit?" Nabi sallallahu alaihi wa sallam menjawab, "Ya."

 

فقال : بسم الله أرقيك ، من كل داء يؤذيك ، ومن شر كل حاسد وعين ، الله يشفيك - رواه مسلم

 

Jibril berkata (yakni berdoa): Dengan menyebut nama Allah aku meruqyahmu dari semua penyakit yang mengganggumu dan dari kejahatan setiap orang yang dengki dan kejahatan pandangan mata; semoga Allah menyembuhkanmu. (HR. Muslim)

 

ولعل هذا كان من شكواه ، عليه السلام ، حين سحر ، ثم عافاه الله تعالى وشفاه ، ورد كيد السحرة الحساد من اليهود في رءوسهم ، وجعل تدميرهم في تدبيرهم ، وفضحهم ، ولكن مع هذا لم يعاتبه رسول الله صلى الله عليه وسلم يوما من الدهر ، بل كفى الله وشفى وعافى

 

Barangkali hal ini terjadi di saat Nabi sallallahu alaihi wa sallam sakit akibat terkena sihir, kemudian Allah subhanahu wa ta'ala menyelamatkan dan menyembuhkannya, dan menolak rencana jahat para penyihir dan orang-orang yang dengki dari kalangan orang-orang Yahudi, lalu menimpakannya kepada mereka dan menjadikan kehancuran mereka oleh tipu muslihat mereka sendiri hingga mereka dipermalukan. Tetapi sekalipun mendapat perlakuan demikian, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam tidak menegur atau mengecam pelakunya di suatu hari pun, bahkan beliau merasa cukup hanya meminta pertolongan kepada Allah, dan Dia menyembuhkan serta menyehatkannya.

 

وقال الإمام أحمد : حدثنا أبو معاوية ، حدثنا الأعمش ، عن يزيد بن حيان ، عن زيد بن أرقم قال : سحر النبي صلى الله عليه وسلم رجل من اليهود فاشتكى لذلك أياما

 

Imam Ahmad mengatakan. telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Yazid ibnu Hibban, dari Zaid ibnu Arqam yang mengatakan bahwa seorang lelaki Yahudi menyihir Nabi sallallahu alaihi wa sallam Karena itu, beliau merasa sakit selama beberapa hari.

 

قال : فجاءه جبريل فقال : إن رجلا من اليهود سحرك ، عقد لك عقدا في بئر كذا وكذا ، فأرسل إليها من يجيء بها . فبعث رسول الله صلى الله عليه وسلم [ عليا رضي الله تعالى عنه ] فاستخرجها ، فجاء بها فحللها قال : فقام رسول الله صلى الله عليه وسلم كأنما نشط من عقال ، فما ذكر ذلك لليهودي ولا رآه في وجهه [ قط ] حتى مات

 

Lalu datanglah Jibril dan berkata, "Sesungguhnya seorang lelaki Yahudi telah menyihirmu dan membuat suatu buhul yang ditujukan terhadapmu, lalu ia meletakkannya di dalam sumurmu.'" Lalu Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam menyuruh seseorang untuk mengambil buhul tersebut dari dalam sumur yang dimaksud. Setelah buhul itu dikeluarkan dari sumur, lalu diberikan kepada Rasulullah dan beliau membukanya, maka dengan serta merta seakan-akan Rasulullah baru terlepas dari suatu ikatan. Dan Rasulullah tidak pernah menyebutkan lelaki Yahudi itu dan tidak pula melihat mukanya sampai beliau wafat.

 

ورواه النسائي ، عن هناد ، عن أبي معاوية محمد بن حازم الضرير

 

Imam Nasai telah meriwayatkan hadis ini dari Hamad, dari Abu Mu'awiyah alias Muhammad ibnu Hazim Ad-Darir.

 

وقال البخاري في " كتاب الطب " من صحيحه : حدثنا عبد الله بن محمد قال : سمعت سفيان بن عيينة يقول : أول من حدثنا به ابن جريج ، يقول : حدثني آل عروة ، عن عروة فسألت هشاما عنه ، فحدثنا عن أبيه ، عن عائشة قالت : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم سحر ، حتى كان يرى أنه يأتي النساء ولا يأتيهن

 

Imam Bukhari mengatakan di dalam Kitabut Tib, dari kitab sahihnya, bahwa telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Muhammad yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Sufyan ibnu Uyaynah mengatakan bahwa orang yang mula-mula menceritakan kisah ini kepada kami adalah ibnu Juraij. Ia mengatakan, telah menceritakan kepadaku keluarga Urwah, dari Urwah, lalu aku menanyakan tentangnya kepada Hisyam, maka Hisyam mengatakan bahwa Urwah memang pernah menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Aisyah r.a. yang mengatakan bahwa dahulu Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam pernah disihir hingga beliau beranggapan bahwa dirinya telah mendatangi istri-istrinya, padahal tidak.

 

قال سفيان : وهذا أشد ما يكون من السحر ، إذا كان كذا ، فقال

 

Sufyan selanjutnya mengatakan bahwa sihir jenis ini merupakan sihir yang paling keras, bila pengaruhnya demikian. Lalu Rasulullah bersabda:

 

يا عائشة أعلمت أن الله قد أفتاني فيما استفتيته فيه ؟ أتاني رجلان فقعد أحدهما عند رأسي ، والآخر عند رجلي ، فقال الذي عند رأسي للآخر : ما بال الرجل ؟ قال : مطبوب . قال : ومن طبه ؟ قال : لبيد بن أعصم - رجل من بني زريق حليف ليهود كان منافقا - وقال : وفيم ؟ قال : في مشط ومشاقة . قال : وأين ؟ قال : في جف طلعة ذكر تحت رعوفة في بئر ذروان

 

Hai Aisyah, tahukah engkau bahwa Allah telah memberiku nasihat tentang masalah yang aku telah memohon petunjuk dari-Nya mengenainya" Dua orang lelaki datang kepadaku yang salah seorangnya duduk di dekat kepalaku, sedangkan yang lainnya duduk di dekat kakiku. Maka orang yang ada di dekat kepalaku berkata kepada temannya, "Mengapa lelaki ini?” Ia menjawab, "Terkena sihir.” Orang yang berada dekat kepalaku bertanya, "Siapakah yang menyihirnya?” Ia menjawab, "Lubaid ibnu A 'sam, seorang lelaki dari Bani Zuraiq teman sepakta orang-orang Yahudi, dia adalah seorang munafik.” Yang berada di dekat kepalaku bertanya, "Dengan apa?” Ia menjawab, "Sisir dan rambut.” Orang yang berada di dekat kepalaku bertanya, ' 'Di taruh di mana?'' Ia menjawab, "Di dalam mayang kurma jantan di bawah sebuah batu di dalam sumur Zirwan."

 

قالت : فأتى النبي صلى الله عليه وسلم البئر حتى استخرجه فقال

 

Siti Aisyah melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mendatangi sumur tersebut dan mengeluarkannya, kemudian beliau bersabda:

 

" هذه البئر التي أريتها ، وكأن ماءها نقاعة الحناء ، وكأن نخلها رءوس الشياطين "

 

Inilah sumur yang diperlihatkan kepadaku dalam mimpiku; airnya seakan-akan seperti warna pacar (merah) dan pohon-pohon kurmanya seakan-akan seperti kepala-kepala setan.

 

" قال : فاستخرج . فقلت : أفلا ؟ أي : تنشرت ؟ فقال  "

 

Kemudian benda itu dikeluarkan dan dikatakan kepada beliau sallallahu alaihi wa sallam, "Tidakkah engkau membalikkannya?" Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam menjawab:

 

" أما الله فقد شفاني ، وأكره أن أثير على أحد من الناس شرا "

 

Ingatlah, demi Allah, sesungguhnya Allah telah menyembuhkan diriku, dan aku tidak suka menimpakan suatu keburukan terhadap seseorang.

 

وأسنده من حديث عيسى بن يونس وأبي ضمرة أنس بن عياض وأبي أسامة ويحيى القطان وفيه : " قالت : حتى كان يخيل إليه أنه فعل الشيء ولم يفعله " . وعنده : " فأمر بالبئر فدفنت " .

 

Dan Imam Bukhari meng-isnad-kan hadis ini melalui Isa ibnu Yunus, Abu Damrah alias Anas ibnu Iyad, Abu Usamah, dan Yahya Al-Qattan, yang di dalamnya disebutkan bahwa Aisyah r.a. mengatakan bahwa beliau Rasulullah sering berilusi seakan-akan telah melakukan sesuatu padahal tidak. Dalam riwayat ini disebutkan pula bahwa setelah itu Rasulullah memerintahkan agar sumur tersebut dimatikan, lalu ditimbun.

 

وذكر أنه رواه عن هشام أيضا ابن أبي الزناد والليث بن سعد

 

Imam Bukhari menyebutkan bahwa hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Abuz Zanad dan Al-Lais ibnu Sa'd, dari Hisyam.

 

وقد رواه مسلم من حديث أبي أسامة حماد بن أسامة وعبد الله بن نمير . ورواه أحمد عن عفان ، عن وهيب ، عن هشام به

 

Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Abu Usamah alias Hammad ibnu Usamah dan Abdullah ibnu Namir. Imam Ahmad meriwayatkannya dari Affan, dari Wahb, dari Hisyam dengan sanad yang sama.

 

ورواه الإمام أحمد أيضا عن إبراهيم بن خالد ، عن رباح ، عن معمر ، عن هشام عن أبيه ، عن عائشة قالت : لبث رسول الله صلى الله عليه وسلم ستة أشهر يرى أنه يأتي ولا يأتي ، فأتاه ملكان ، فجلس أحدهما عند رأسه ، والآخر عند رجليه

 

Imam Ahmad meriwayatkannya pula dari Ibrahim ibnu Khalid, dari Ma'mar, dari Hisyam, dari ayahnya, dari Aisyah yang menceritakan bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam tinggal selama enam bulan sering mengalami seakan-akan mengerjakan sesuatu, padahal kenyataannya tidak. Kemudian datanglah kepadanya dua malaikat, salah seorang duduk di dekat kepalanya, sedangkan yang lain duduk di dekat kakinya.

 

فقال أحدهما للآخر : ما باله ؟ قال : مطبوب . قال : ومن طبه ؟ قال : لبيد بن الأعصم وذكر تمام الحديث

 

Salah seorangnya berkata kepada yang lain, "Kenapa dia?" Yang lain menjawab, "Terkena sihir." Ia bertanya, "Siapakah yang menyihirnya?" Yang lain menjawab, "Labid ibnul A'sam," lalu disebutkan hingga akhir hadis.

 

وقال الأستاذ المفسر الثعلبي في تفسيره : قال ابن عباس وعائشة رضي الله عنهما : كان غلام من اليهود يخدم رسول الله صلى الله عليه وسلم فدبت إليه اليهود فلم يزالوا به حتى أخذ مشاطة رأس النبي صلى الله عليه وسلم وعدة أسنان من مشطه ، فأعطاها اليهود فسحروه فيها

 

Al-Ustaz Al-Mufassir As-Sa'labi telah menyebutkan di dalam kitab tafsirnya, bahwa ibnu Abbas dan Aisyah pernah menceritakan bahwa pernah ada seorang pemuda Yahudi menjadi pelayan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam Lalu orang-orang Yahudi mempengaruhi pemuda itu dengan gencarnya hingga pemuda itu mau menuruti kemauan mereka. Maka ia mengambil beberapa helai rambut Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam dan beberapa buah gigi sisir yang biasa dipakai oleh beliau sallallahu alaihi wa sallam, setelah itu kedua barang tersebut ia serahkan kepada orang-orang Yahudi.

 

وكان الذي تولى ذلك رجل منهم - يقال له : [ لبيد ] بن أعصم - ثم دسها في بئر لبني زريق ، ويقال لها : ذروان ، فمرض رسول الله صلى الله عليه وسلم وانتثر شعر رأسه ، ولبث ستة أشهر يرى أنه يأتي النساء ولا يأتيهن ، وجعل يذوب ولا يدري ما عراه

 

Lalu mereka menyihir Nabi sallallahu alaihi wa sallam melalui kedua benda itu, dan orang yang melakukannya adalah salah seorang dari mereka yang dikenal dengan nama Ibnu A'sam. Kemudian kedua barang tersebut ia tanam di dalam sebuah sumur milik Bani Zuraiq yang dikenal dengan nama Zirwan. Maka Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mengalami sakit dan rambut beliau kelihatan rontok. Beliau tinggal selama enam bulan seakan-akan mendatangi istri-istrinya, padahal kenyataannya tidak, dan beliau kelihatan gelisah dan tidak mengetahui apa yang telah terjadi pada dirinya.

 

فبينما هو نائم إذ أتاه ملكان فقعد أحدهما عند رأسه والآخر عند رجليه ، فقال الذي عند رجليه للذي عند رأسه : ما بال الرجل ؟ قال : طب . قال : وما طب ؟ قال : سحر . قال : ومن سحره ؟ قال : لبيد بن أعصم اليهودي . قال : وبم طبه ؟ قال : بمشط ومشاطة . قال : وأين هو ؟ قال : في جف طلعة تحت راعوفة في بئر ذروان

 

Ketika beliau sedang tidur, tiba-tiba ada dua malaikat datang kepadanya. Maka salah seorangnya duduk di dekat kepalanya, sedangkan yang lain duduk di dekat kakinya. Malaikat yang ada di dekat kakinya bertanya kepada malaikat yang ada di dekat kepalanya, "Apakah yang dialami oleh lelaki ini?" Ia menjawab, "Pengaruh Tib." Yang ada di dekat kakinya bertanya, "Apakah Tib itu?" Ia menjawab, "Sihir." Yang ada di dekat kakinya bertanya "Siapakah yang menyihirnya?" Ia menjawab, "Labid Ibnul A'sam, seorang Yahudi." Malaikat yang ada di dekat kakinya bertanya, "Dengan apakah ia menyihirnya?" Ia menjawab, "Dengan rambutnya dan gigi sisirnya." Yang ada di dekat kakinya bertanya, "Di manakah hal itu diletakkan?" Ia menjawab, "Di dalam mayang kurma jantan di bawah batu yang ada di dalam sumur Zirwan."

 

والجف : قشر الطلع ، والراعوفة : حجر في أسفل البئر ناتئ يقوم عليه الماتح

 

Al-juff artinya. kulit mayang kurma. Dan ar-raufah adalah sebuah batu yang di dalam sumur, tetapi menonjol digunakan untuk tempat berdirinya orang yang mengambil air.

 

فانتبه رسول الله صلى الله عليه وسلم مذعورا ، وقال : يا عائشة ، أما شعرت أن الله أخبرني بدائي ؟

 

Maka Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam terbangun dalam keadaan terkejut, lalu bersabda: Hai Aisyah, tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah telah menceritakan kepadaku tentang penyakitku ini.

 

ثم بعث رسول الله صلى الله عليه وسلم عليا والزبير وعمار بن ياسر ، فنزحوا ماء البئر كأنه نقاعة الحناء ، ثم رفعوا الصخرة ، وأخرجوا الجف ، فإذا فيه مشاطة رأسه وأسنان من مشطه ، وإذا فيه وتر معقود ، فيه اثنتا عشرة عقدة مغروزة بالإبر

 

Lalu Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam menyuruh Ali, Az-Zubair, dan Ammar ibnu Yasir untuk mengeringkan sumur tersebut; maka mereka bertiga mengeringkan sumur itu, yang airnya kelihatan seakan-akan seperti warna pacar (merah). Mereka bertiga mengangkat batu itu dan mengeluarkan mayang kurma yang ada di bawahnya. Maka ternyata di dalamnya terdapat beberapa helai rambut Rasulullah dan beberapa gigi sisirnya, dan tiba-tiba di dalamnya terdapat benang yang berbuhul (mempunyai ikatan) sebanyak dua belas ikatan yang ditusuk dengan jarum.

 

فأنزل الله تعالى السورتين ، فجعل كلما قرأ آية انحلت عقدة ، ووجد رسول الله صلى الله عليه وسلم خفة حين انحلت العقدة الأخيرة ، فقام كأنما نشط من عقال ، وجعل جبريل عليه السلام ، يقول : باسم الله أرقيك ، من كل شيء يؤذيك ، من حاسد وعين الله يشفيك

 

Maka Allah menurunkan dua surat Mu'awwizatain, dan setiap kali Rasulullah membaca suatu ayat dari kedua surat tersebut, beliau merasa agak ringan, hingga terlepaslah semua ikatan benang itu dan bangkitlah beliau seakan-akan baru terlepas dari ikatan. Sedangkan Jibril a.s. mengucapkan: Dengan menyebut nama Allah aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang mengganggumu dari orang yang dengki dan pandangan mata yang jahat; semoga Allah menyembuhkanmu.

 

فقالوا : يا رسول الله ، أفلا نأخذ الخبيث نقتله ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم

 

Setelah itu mereka berkata, "Wahai Rasulullah, bolehkah kami menangkap orang yang jahat itu dan membunuhnya?" Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam menjawab:

 

" أما أنا فقد شفاني الله ، وأكره أن يثير على الناس شرا "

Adapun diriku telah disembuhkan oleh Allah, dan aku tidak suka menimpakan keburukan terhadap orang lain.

 

هكذا أورده بلا إسناد ، وفيه غرابة ، وفي بعضه نكارة شديدة ، ولبعضه شواهد مما تقدم ، والله أعلم

 

Demikianlah bunyi hadis ini tanpa isnad, di dalamnya terdapat hal yang garib dan pada sebagiannya terdapat mungkar yang parah, dan sebagiannya lagi ada yang diperkuat oleh hadis-hadis yang telah disebutkan di atas. Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar